Pelaku Diduga ODGJ yang Aniaya Bocah , Ternyata Belum Terdata di Dinsos Lebong
Pelaku Pembacokan Bocah di Lebong Diduga ODGJ, Belum Pernah Terdata Dinsos-foto :adrian roseple/radarlebong-
LEBONG.RADARLEBONG.ID - Kasus pembacokan brutal yang menimpa bocah perempuan, Naura Nasya Fadillah (9), warga Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Lebong Utara, Kabupaten Lebong, menyisakan duka sekaligus keprihatinan mendalam.
Peristiwa yang terjadi pada Senin (4/5/2026) ini tidak hanya mengejutkan warga, tetapi juga mengungkap kelemahan serius dalam sistem pendataan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di daerah tersebut.
Pelaku bernama Sopian diduga merupakan ODGJ. Namun, fakta yang terungkap menunjukkan bahwa yang bersangkutan belum pernah masuk dalam basis data Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lebong.
Kepala Bidang Rehabilitasi Dinsos Lebong, Indra Syarifudin, ST, ME, menyebut pihaknya baru menerima informasi terkait kondisi pelaku setelah insiden tragis tersebut terjadi.
BACA JUGA:Bocah 9 Tahun di Lebong Alami Luka Serius ,Usai Dianaya dengan Sajam ,Pelaku Diduga ODGJ
"Secara teknis, kami baru mendapatkan laporan bahwa yang bersangkutan memang belum terdaftar," ujarnya.
Menyikapi kejadian ini, Dinsos Kabupaten Lebong berjanji akan segera melakukan pembenahan. Koordinasi lintas sektor hingga ke tingkat kelurahan dan kecamatan akan diperkuat untuk memastikan seluruh ODGJ dapat terdata dan mendapat penanganan yang layak.
"Kami akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, terutama pemerintah kelurahan dan kecamatan, untuk mendata kembali ODGJ di setiap wilayah," tegasnya.
Di sisi lain, Indra juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang menimpa korban. Ia menilai kejadian ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak agar lebih serius dalam menangani persoalan kesehatan jiwa di masyarakat.
"Atas nama pribadi dan Dinsos Kabupaten Lebong, kami menyampaikan keprihatinan dan penyesalan atas peristiwa ini," pungkasnya.
Sebelumnya, Kapolres Lebong AKBP Agoeng Ramadhani, SH, SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Darmawel Saleh, SH, MH, menyampaikan kronologi kejadian, peristiwa bermula saat korban sedang duduk santai di depan rumahnya. Pelaku tiba-tiba datang dan menanyakan keberadaan ayah korban.
Setelah korban menjawab bahwa ayahnya sedang pergi memancing, pelaku secara tiba-tiba menyerang dari belakang menggunakan sebilah sabit. Serangan mendadak tersebut membuat korban tidak sempat menghindar.
"Akibat kejadian itu, Naura mengalami luka bacok serius di bagian leher sepanjang kurang lebih 17 sentimeter serta luka di pipi kanan. Meski dalam kondisi bersimbah darah, korban masih dalam keadaan sadar dan berusaha menyelamatkan diri," jelasnya.
Selanjutnya, korban ditemukan oleh seorang warga bernama Sukma (60) yang segera memberikan pertolongan. Warga lainnya, Dian Feronika (35), turut membantu dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
