PASANG IKLAN ONLINE AGUSTUS

Duka Mendalam, Tiga Pelajar SMA di Lebong Tewas Terseret Arus Sungai Kemaceak Desa Lemeu

Duka Mendalam, Tiga Pelajar SMA di Lebong Tewas Terseret Arus Sungai Kemaceak Desa Lemeu

Tampak ke 3 remaja tercatat pelajar di SMAN 1 Lebong dibawa ke RSUD Ujung Tanjung usai terseret arus usngai kemaceak Desa Lemeu--

LEBONG.RADARLEBONG.ID - Peristiwa tragis menimpa delapan remaja di Kabupaten Lebong, Bengkulu, yang hanyut di Sungai Air Tik Kemaceak, Kecamatan Uram Jaya, pada Senin sore (waktu setempat) menjelang maghrib.

Insiden tersebut diduga terjadi saat para korban tengah beraktivitas di sekitar aliran sungai tanpa menyadari adanya peningkatan debit air secara tiba-tiba akibat hujan deras yang mengguyur wilayah hulu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedelapan korban merupakan pelajar kelas XI di SMA Negeri 1 Kabupaten Lebong. Mereka diketahui bernama Farhan (laki-laki), Salisa (perempuan), Tegar (laki-laki), Salsa (perempuan), Wawa (perempuan), Aulia (perempuan), Hanifah (perempuan), dan Fahri (laki-laki).

Kejadian bermula ketika kondisi sungai yang awalnya relatif normal mendadak berubah menjadi deras, sehingga menyeret para korban.

BACA JUGA:Empat Pejabat Sudah Lengkapi Berkas, Diklat PIM III Tunggu Jadwal Resmi

Upaya pencarian langsung dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong, aparat TNI, kepolisian, serta dibantu masyarakat sekitar.

Proses pencarian berlangsung dramatis hingga malam hari, mengingat derasnya arus dan minimnya pencahayaan di lokasi kejadian. Setelah dilakukan penyisiran intensif, seluruh korban akhirnya berhasil ditemukan.

Namun, kabar duka menyelimuti proses evakuasi tersebut. Tiga dari delapan korban, yakni Aulia, Hanifah, dan Fahri, dinyatakan meninggal dunia. 

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Lebong, Rengki Anggara, menjelaskan bahwa Aulia dan Hanifah sempat ditemukan dalam kondisi kritis dan langsung dilarikan ke RSUD Kabupaten Lebong untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Meski telah mendapat perawatan, keduanya akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.

Sementara itu, korban lainnya, Fahri, ditemukan pada sekitar pukul 21.00 WIB setelah sebelumnya dilakukan pencarian selama beberapa jam. Saat ditemukan, Fahri sudah dalam kondisi tidak bernyawa. 

"Benar, seluruh korban sudah kita temukan. Namun, tiga di antaranya meninggal dunia," ujar Rengki Anggara.

Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat setempat. Selain itu, kejadian tersebut menjadi peringatan keras akan bahaya aktivitas di sekitar sungai, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu. Hujan di wilayah hulu sering kali tidak terdeteksi oleh warga di hilir, namun dapat menyebabkan kenaikan debit air secara mendadak yang berpotensi membahayakan.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua dan pelajar, untuk lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat berada di sekitar sungai.

Edukasi terkait potensi bencana alam, termasuk banjir bandang, dinilai penting guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: