PASANG IKLAN ONLINE AGUSTUS

Jangan Sepelekan Perubahan pada Wajah, Kenali Gejala Dini Penyakit Ginjal Kronis

Jangan Sepelekan Perubahan pada Wajah, Kenali Gejala Dini Penyakit Ginjal Kronis

ilustrasi Jangan Sepelekan Perubahan pada Wajah, Kenali Gejala Dini Penyakit Ginjal Kronis-foto :jpnn.com-

JAKARTA.RADARLEBONG.ID - Tenaga kesehatan, dr. Vita mengingatkan masyarakat untuk tidak menyepelekan kondisi wajah yang tampak bengkak atau pucat. Menurutnya, banyak orang kerap menganggap perubahan tersebut hanya sebagai dampak kelelahan atau kurang tidur.

“Namun, Anda harus waspada. Kondisi tersebut bisa menjadi sinyal dini bahwa tubuh sedang mengalami gangguan kesehatan serius, termasuk penurunan fungsi ginjal,” kata dr. Vita dalam keterangannya, Selasa (5/5).

Ia menjelaskan, perubahan pada wajah sering kali menjadi tanda awal yang kerap diabaikan oleh masyarakat. “Ginjal berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan dan menyaring zat sisa dalam tubuh. Ketika fungsinya menurun, terjadi penumpukan cairan yang menyebabkan wajah tampak bengkak, terutama di area mata, serta kulit terlihat pucat atau kusam,” lanjutnya.

Selain perubahan pada wajah, penyakit ginjal kronis biasanya diikuti oleh sejumlah gejala penyerta yang perlu diwaspadai. Gejala tersebut antara lain mudah lelah tanpa sebab yang jelas, pembengkakan pada area kaki atau tangan (edema), serta perubahan pola buang air kecil, baik dari frekuensi maupun warna urine.

“Gejala-gejala ini umumnya muncul secara perlahan, sehingga sering tidak disadari hingga kondisi ginjal sudah masuk ke tahap yang lebih serius,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa gangguan ginjal dikenal sebagai “silent disease” karena perkembangannya sering kali tanpa tanda mencolok pada tahap awal. “Banyak penderita baru menyadari kondisi mereka setelah fungsi ginjal menurun secara signifikan,” tuturnya.

Oleh karena itu, dr. Vita menyarankan masyarakat untuk lebih peka terhadap perubahan kecil pada tubuh sebagai langkah deteksi dini. “Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain mencukupi kebutuhan cairan harian, mengontrol konsumsi garam, menghindari makanan olahan berlebih, menjalani pola hidup aktif dan rutin berolahraga, serta menghindari konsumsi zat kimia berbahaya secara berlebihan,” kata dr. Vita.

Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat, penggunaan herbal alami sebagai pendukung kesehatan ginjal kini mulai banyak dipilih, salah satunya Renapro.

Produk tersebut mengandung kombinasi bahan herbal seperti kejibeling, kumis kucing, dan tempuyung yang telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional untuk membantu menjaga fungsi ginjal serta mendukung kelancaran saluran kemih.

Meski demikian, penggunaan herbal disarankan sebagai pendamping gaya hidup sehat dan bukan pengganti pengobatan medis utama. 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: