4 Hektar Padi Baru Tanam Disapu Luapan Bioa Baes, Warga Terdampak Minta Penanganan Serius oleh Pemerintah

 4 Hektar Padi Baru Tanam Disapu Luapan Bioa Baes, Warga Terdampak Minta Penanganan Serius oleh Pemerintah

Rusak: Beginilah kondisi kerusakan lahan sawah masyarakat Tabeak Kauk akibat tertimbun material saat terjadi luapan sungai Bioa Baes.-foto dokumentasi-redaksi

LEBONG, RADARLEBONG.ID - Luapan sungai Bioa Baes di Desa Tabeak Kauk Kecamatan Lebong Sakti belum lama ini, menimbulkan dampak kerugian bagi warga setempat.

Sebab, terdapat lebih kurang 4 hektar padi yang baru tanam milik warga ini, tertimbun material batu pasir hingga kayu yang terbawa luapan air sungai.

"Kejadian seperti ini, bukan pertama terjadi tapi hampir setiap tahun kami rasakan. Tahun sebelumnya, kami juga merasakan kejadian serupa saat ingin panen, namun terdampak banjir. Kali ini, padi yang baru selesai kami tanam, rusak karena luapan sungai Bioa Baes," kata Moko (35) warga setempat kepada Radar Lebong kemarin (11/11).

Dirincikannya, dari sawah milik keluarganya seluas 3 hektar, lebih kurang 2,5 hektar tertimbun material batu, pasir dan kayu yang terbawa luapan sungai. Saat ini, hanya tersisa lebih kurang 0,5 hektar yang tidak tertimbun material
"Padi ini baru sudah kami tanam sekitar 3 hari yang lalu.

BACA JUGA:Lahan Sawah Warga Kerap Disapu Luapan Air Kotok

Kerugian pastinya belum bisa kami perkirakan, tapi bisa mencapai jutaan rupiah. Apalagi, untuk melakukan tanam lagi kami mau tidak mau haris mengeluarkan modal lagi," ceritanya.

Yang dilakukannya saat ini, hanya bisa gotong royong membersihkan material yang merusak padi milik keluarganya dengan peralatan seadanya.

"Tidak hanya sawah kami saja yang terdampak, tapi beberapa sawah warga lain juga ikut terdampak," jelasnya.

Tahun sebelumnya, tambah Moko, pihak Dinas PUPR-Hub Lebong sudah turun melakukan pengecekan. Hanya saja, sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan dilakukan pembangunan pada lokasi tersebut.

"Tahun lalu kami sudah ditinjau dari Dinas PU, tapi sayang sampai saat ini tidak ada kabar kelanjutannya. Kami sangat berharap agar masalah ini bisa ditindaklanjuti, sehingga tidak setiap tahun kami mengalami kejadian seperti ini," harapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: