Insiden Truk Aspal: Mengapa Jalan Inpres di Lebong yang Baru Dibangun Tak Tahan Beban 19 Ton?

Insiden Truk Aspal: Mengapa Jalan Inpres di Lebong yang Baru Dibangun Tak Tahan Beban 19 Ton?

Insiden Truk Aspal: Mengapa Jalan Inpres di Lebong yang Baru Dibangun Tak Tahan Beban 19 Ton?-foto : carles/radarlebong-

RADARLEBONG.ID -Pada tanggal 21 Desember sekitar pukul 09:00 WIB, sebuah kejadian mengejutkan terjadi di Jalan Intruksi Presiden (Inpres).

Sebuah truk pengangkut aspal dengan nomor polisi DK 8210 BA, yang memiliki 6 roda dan berkapasitas 19 ton, mengalami insiden ketika sopirnya mencoba memarkir kendaraan di jalan yang baru dibangun.

Sopir truk, Medi (36), yang diwawancarai oleh Radar Lebong, menjelaskan bahwa saat hendak memarkir mobilnya, jalan yang baru dibangun tersebut tidak mampu menahan beban kendaraan tersebut.

Hal ini menyebabkan truk bermuatan aspal ikut terperosok dan masuk ke irigasi jalan.

BACA JUGA:Respon Keluhan Masyarakat, Dewan Dapil II Lebong Lakukan Sidak Jalan Inpres, Apa Hasilnya?

"Kejadian ini sebenarnya, saya ingin memarkirkan mobil saya ini. Ketika saya sedang memperkirakan mobil saya di tepi jalan, ternyata jalan yang baru dibangun tidak mampu menahan beban mobil saya.

Mungkin jalan ini tidak kuat menahan beban muatan aspal seberat 19 ton yang saya bawa," ujar Medi kepada Radar Lebong.

Medi menambahkan bahwa meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, mobilnya mengalami kerusakan, meskipun tidak terlalu parah.

"Korban jiwa tidak ada, karena mobil saya terperosok dalam keadaan terhenti. Ini hanya karena saya ingin memarkirkan mobil dan menunggu antrian pengaspaalan jalan Talang Bunut Limau Pit ini," tambahnya.

BACA JUGA:Jalan Inpres di Lebong Ditargetkan Tuntas Tahun Ini, Meski Progresnya..

Di sisi lain, Yanti (45), seorang warga setempat, menyatakan bahwa amblasnya jalan baru dibangun disebabkan oleh ketidakmampuan irigasi jalan menahan beban.

"Irigasi jalan yang baru dibangun tersebut tidak kuat menahan beban, mungkin karena pelaksanaan pembangunannya kurang memadai," ungkap Yanti. (arp)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: