Bunga Rafflesia Arnoldi Dianggap Menyimpan Mitos Menyeramkan oleh Suku Rejang, Apa Saja?

Bunga Rafflesia Arnoldi Dianggap Menyimpan Mitos Menyeramkan oleh Suku Rejang, Apa Saja?

Bunga Raflesi Arnoldi bagi suku rejang --

Satu-satunya bagian yang bisa disebut sebagai "tanaman" adalah jaringan yang tumbuh di tumbuhan merambat Tetrastigma.

Bunga mempunyai 5 daun mahkota yang mengelilingi bagian yang terlihat seperti mulut gentong.

Di dasar bunga terdapat bagian seperti piringan berduri, berisi benang sari atau putik, bergantung pada jenis kelamin bunga, jantan atau betina.

Hewan penyerbuk adalah lalat yang tertarik dengan bau busuk yang dikeluarkan bunga.

Bunga hanya berumur sekitar satu minggu (5-7 hari) dan setelah itu layu dan mati. Persentase pembuahan sangat kecil karena bunga jantan dan bunga betina sangat jarang bisa mekar bersamaan dalam seminggu.

Itu pun kalau ada lalat yang datang membuahi.

Bunga Rafflesia yang mekar umumnya akan mengeluarkan aroma bangkai seperti daging busuk.

Aroma inilah yang kemudian memancing lalat dan serangga lainnya untuk penyerbukan. Setelah itu, mahkota bunga pun membusuk.

Bagian dasarnya akan membentuk buah dan biasanya ini akan menjadi benih yang kemudian dimakan oleh sejumlah binatang hutan seperti musang, tupai atau landak.

Sebab itu, bunga ini begitu unik dan mengagumkan.

Penamaan bunga raksasa itu tidak terlepas dari sejarah penemuannya pertama kali pada 1818 di hutan tropis Bengkulu.

Tepatnya di dekat Sungai Manna, Lubuk Tapi, Kabupaten Bengkulu Selatan. Karena itu pula, Bengkulu dikenal di dunia sebagai The Land Of Rafflesia atau Bumi Rafflesia.

Seorang pemandu yang bekerja pada Dr Joseph Arnold adalah penemu bunga raksasa itu pertama kali. Dr Joseph Arnold sendiri saat itu tengah mengikuti ekspedisi yang dipimpin Thomas Stamford Raffles.

Karena itu penamaan bunga itu menggabungkan nama Raffles dan Arnold.

Tumbuhan ini endemik di Pulau Sumatera, terutama bagian selatan. Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) merupakan daerah konservasi utama spesies ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: