Pemerataan Pemenuhan Tenaga Dokter dan Nakes di Bengkulu

Pemerataan Pemenuhan Tenaga Dokter dan Nakes di Bengkulu

Senator Muda Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief-foto dokumentasi-media center senator riri

BENGKULU, RADARLEBONG.ID - Bertepatan di Hari Dokter Nasional pada tanggal 24 Oktober 2022. 

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief  berharap adanya pemerataan pemenuhan tenaga dokter dan tenaga kesehatan (nakes) di Provinsi Bengkulu.

Hal ini menyusul, masih kurangnya ketersediaan  jumlah dokter dan tenaga kesehatan menjadi persoalan serius di daerah-daerah yang ada di Indonesia. 

Selain jumlahnya yang kurang, sistem penempatan tenaga dokter atau pendistribusiannya ke kawasan terpencil juga masih sangat minim. 

BACA JUGA:Bengkulu Belum Bisa Terapkan Kendaraan Listrik

"Masalahnya kurangnya dokter ini sudah diakui sendiri oleh Menteri Kesehatan. Di Asia Tenggara, Indonesia masih berada di urutan terbawah standar WHO untuk jumlah dokter. Apakah karena biaya kuliahnya terlalu mahal? Masalah ini jangan dibiarkan terlalu lama sampai puluhan tahun," kata Hj Riri Damayanti John Latief.

Lulusan Psikologi Universitas Indonesia ini mencontohkan fakta yang ia dapatkan di Bengkulu seperti usulan penambahan tenaga dokter spesialis bedah, dokter spesialis anak, dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis kandungan yang diajukan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lebong.

"Usulan ini disampaikan akhir tahun 2021 yang lalu. Di RSUD itu baru ada 1 dokter spesialis yang berstatus pegawai tetap di Lebong. Bayangkan, satu dokter spesialis harus melayani penduduk yang begitu banyak. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus gotong royong mengatasi ini," ujar Hj Riri Damayanti John Latief.

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini memberikan apresiasi atas terobosan-terobosan pemerintah daerah yang menurutnya sangat baik dalam bidang kesehatan dan memberikan keuntungan bagi para dokter di Bumi Rafflesia.

BACA JUGA:Senator Riri Minta Perketat Pengawasan Empat Hal Ini

"Contoh kebijakan pendirian Rumah Sakit Bersalin Ibu dan Anak Tino Galo dan BPJS gratis yang dihadirkan Wali Kota Helmi Hasan, ini bukan hanya memberikan dampak besar dan manfaat bagi warga miskin, tapi juga baik untuk para dokter. Semoga ini bisa diteladani pemerintah-pemerintah kabupaten," sampai Hj Riri Damayanti John Latief.

Dewan Penasehat DPD Generasi Anti Narkoba Nasional (GANN) Provinsi Bengkulu ini juga menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh dokter se-Indonesia yang telah memberikan jasa-jasanya kepada masyarakat sebagai pelayan kesehatan.

"Saya dan keluarga saya sendiri telah begitu banyak menerima jasa-jasa dokter ketika sakit. Selamat Hari Dokter Nasional 2022. Semoga Allah berikan banyak kebaikan sehingga dapat terus memberikan yang terbaik untuk masyarakat, bangsa dan negara," demikian tutup Hj Riri Damayanti John Latief.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: