Pjs Kepala Desa Danau Liang Bantah Dugaan Upah Garap yang Belum Dibayar

Pjs Kepala Desa Danau Liang Bantah Dugaan Upah Garap yang Belum Dibayar

Pjs Kepala Desa Danau Liang, Reki Yunaris--(dok/rl)

RADARLEBONG.ID - Setelah muncul keluhan dari petani Desa Danau Liang terkait dugaan belum dibayarnya upah garap lahan pada Musim Tanam II (MT II), Pjs Kepala Desa, Reki Yunaris, memberikan klarifikasi terkait isu tersebut.

Reki membantah tuduhan bahwa upah garap untuk pelaksanaan Musim Tanam Kedua (MT II) belum diselesaikan oleh pemerintah desa kepada petani yang berpartisipasi.

"Informasi tersebut tidak benar. Upah garap sudah kami salurkan pada saat pelaksanaan MT II sebelumnya. Besaran upah garap per hektar adalah Rp 700 ribu," ungkap Reki kepada Radar Lebong, Kamis (15/11/2023).

Menurut Kades, selain membantah dugaan upah garap yang belum dibayar, ia juga menjelaskan bahwa hanya 10 hektar sawah dari total 12 hektar yang diusulkan awalnya yang benar-benar terlibat dalam pelaksanaan MT II.

BACA JUGA:Pendamping Kecamatan Sebut Anggaran Ketahanan Pangan di DD Tahap I

BACA JUGA:Upah Garap MT II Desa Danau Liang Belum Dibayar, Camat Lebong Tengah Irit Bicara

"Sebelumnya, kami menerima pendaftaran untuk partisipasi dalam MT II dengan luas 12 hektar. Namun, setelah pelaksanaan penggarapan lahan, hanya 10 hektar yang benar-benar terlibat. Dua hektar sisanya tidak ikut dalam pelaksanaan MT II ini. Hanya 10 hektar sawah petani yang terlibat hingga panen," jelas Reki.

Lebih lanjut, Reki menyampaikan bahwa terkait pupuk, pemerintah desa hanya menyalurkan 4 sak per hektar, tidak seperti yang diklaim sebelumnya sebanyak 5 sak.

"Informasi bahwa pupuk disalurkan sebanyak 5 sak per hektar selama pelaksanaan MT II tidak benar. Jumlah sebenarnya adalah 4 sak pupuk per hektar. Masalah ini sebenarnya disebabkan oleh kurangnya komunikasi antara warga yang berpartisipasi dalam MT II dengan pelaksana MT2 (TPK). Namun, kami telah menjelaskan masalah ini kepada para petani terkait upah garap dan pupuk," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: