PASANG IKLAN ONLINE AGUSTUS

Selamat Datang Ramadan! Lonjakan Permintaan dan Harga Emas Tertinggi di Tengah Gejolak Global

Selamat Datang Ramadan! Lonjakan Permintaan dan Harga Emas Tertinggi di Tengah Gejolak Global

ilustrasi -foto :istock-

RADARLEBONG.ID-Lonjakan harga emas dan antrean beli emas Antam di JJF JCC saat Ramadan, analisis tren harga emas terbaru, pengaruh geopolitik global, serta proyeksi harga emas 8.000 dolar AS versi JP Morgan.

Fenomena Ramadan dan Lonjakan Konsumsi Emas Fisik

Kedatangan Ramadan tidak hanya menjadi momentum religius, tetapi juga memicu perubahan pola konsumsi masyarakat.

Tradisi seperti ngabuburit hingga persiapan menyambut Idul Fitri turut mendorong peningkatan belanja, termasuk investasi emas fisik. Kebiasaan berburu emas menjelang Lebaran kembali terlihat signifikan, mencerminkan pola musiman yang berulang setiap tahun.

BACA JUGA:EMAS LANGKA & RUGI 20 TRILIUN: Apakah Beli Emas Digital Aman di 2026?

Lonjakan minat tersebut terpantau saat gelaran Jakarta International Jewellery Fair (JJF) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Selatan. Antrean panjang terjadi di gerai emas, khususnya pada penjualan emas fisik produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam. Tingginya animo masyarakat bahkan menyebabkan keterbatasan stok dan memicu antrean sejak dini hari.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa emas fisik tetap menjadi instrumen investasi favorit, khususnya di momen Ramadan ketika masyarakat mempersiapkan kebutuhan finansial jangka pendek maupun jangka panjang.

Tren Harga Emas Antam Terbaru dan Dinamika Buyback

Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga emas domestik produksi Antam mengalami penurunan Rp14.000 per gram ke level Rp2.940.000 per gram. Penurunan ini juga terjadi pada harga buyback, yang melemah Rp13.000 per gram menjadi Rp2.728.000 per gram.

Koreksi harga ini dinilai signifikan secara nominal, namun relatif terbatas dalam konteks tren jangka panjang yang masih menunjukkan penguatan. Penurunan harga domestik mengikuti pelemahan harga emas global yang terkoreksi sekitar 0,8% pada hari yang sama, sementara di pasar spot turun sekitar 1,1%.

Analis pasar menilai pelemahan tersebut bersifat sementara dan dipicu aksi ambil untung setelah sebelumnya harga emas menguat sekitar 2,5%. Faktor likuiditas global yang menipis akibat penutupan pasar keuangan China selama libur Tahun Baru Imlek juga turut memengaruhi pergerakan harga.

Literasi Investasi Meningkat, Emas Tetap Jadi Portofolio Utama

Tingginya minat masyarakat terhadap emas dinilai bukan semata-mata fenomena fear of missing out (FOMO), melainkan didorong oleh peningkatan literasi investasi. Investor domestik dinilai semakin memahami momentum pembelian saat harga terkoreksi dan potensi pelepasan saat harga berada di puncak.

Emas tetap menjadi salah satu instrumen utama dalam diversifikasi portofolio. Sifatnya sebagai safe haven atau lindung nilai menjadikan emas relevan dalam situasi ketidakpastian global. Investor kini lebih adaptif terhadap dinamika pasar, baik domestik maupun internasional, dalam menentukan strategi alokasi aset.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait