PASANG IKLAN ONLINE AGUSTUS

Selamat Datang Ramadan! Lonjakan Permintaan dan Harga Emas Tertinggi di Tengah Gejolak Global

Selamat Datang Ramadan! Lonjakan Permintaan dan Harga Emas Tertinggi di Tengah Gejolak Global

ilustrasi -foto :istock-

Pengaruh Geopolitik Global terhadap Proyeksi Harga Emas

Ketegangan geopolitik menjadi katalis utama proyeksi kenaikan harga emas global. Meningkatnya tensi antara Amerika Serikat dan Iran, serta manuver Israel di kawasan Gaza, memperkuat posisi emas sebagai aset lindung nilai.

Kondisi geopolitik yang berpotensi memanas membuat investor global cenderung meningkatkan eksposur terhadap emas. Dalam situasi ketidakpastian tinggi, pergeseran dana ke aset safe haven menjadi pola umum yang berulang di pasar keuangan global.

Proyeksi Harga Emas Global Versi JP Morgan

Riset terbaru dari JP Morgan memproyeksikan harga emas global berpotensi mencapai kisaran 8.000 dolar AS per troy ons pada akhir tahun. Proyeksi tersebut didasarkan pada asumsi kenaikan lebih dari 40% dibandingkan posisi saat ini.

Skenario tersebut mengasumsikan peningkatan alokasi investasi swasta ke emas dari sekitar 3% menjadi 4,6% dari total portofolio. Kenaikan porsi alokasi ini dinilai realistis di tengah dinamika geopolitik yang semakin cepat berubah dan penuh ketidakpastian.

Kondisi Ekonomi Domestik dan Ruang Likuiditas Investasi

Di sisi domestik, pertumbuhan ekonomi nasional tercatat 5,11% pada 2025, didukung oleh konsumsi rumah tangga yang kuat serta peningkatan kepercayaan konsumen. Kondisi ini mencerminkan likuiditas masyarakat yang relatif terjaga.

Dengan ruang likuiditas yang memadai, masyarakat tidak hanya mengalokasikan dana untuk konsumsi, tetapi juga menyisihkan sebagian untuk investasi. Dalam konteks tersebut, emas menjadi pilihan rasional mengingat peluang kenaikan harga global dan fungsinya sebagai pelindung nilai.

Kombinasi antara momentum Ramadan, koreksi harga jangka pendek, stabilitas ekonomi domestik, serta ketidakpastian geopolitik global menciptakan fondasi kuat bagi berlanjutnya tren permintaan emas, baik dalam bentuk fisik maupun sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio investasi.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait