Kasus ISPB di Lebong Masih Tinggi, Agustus Capai 92 Kasus

Senin 07-09-2026,16:43 WIB
Reporter : Carles Jaya
Editor : Reni Apriani

LEBONG.RADARLEBONG.ID – Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Bawah (ISPB) masih cukup tinggi diderita masyarakat di Kabupaten Lebong. Berdasarkan laporan penyakit yang ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lebong, ISPB masih menduduki peringkat pertama.

Direktur RSUD Lebong, dr. Meinoffandi Leswin, melalui Kepala Seksi Pelayanan, dr. Eni, mengungkapkan tingginya kasus ISPB salah satunya disebabkan masih banyak masyarakat yang kurang peduli terhadap pola hidup sehat. Pada Agustus sebelumnya, tercatat sebanyak 92 kasus ISPB.

"Dengan cuaca yang cukup panas saat ini, masyarakat harus tetap mewaspadai kondisi cuaca karena sangat rawan terserang ISPB," ujar dr. Eni saat dikonfirmasi Radar Lebong.

Menurut dr. Eni, status gizi memiliki hubungan yang erat dengan kejadian ISPB. Karena itu, masyarakat diminta untuk lebih memperhatikan kesehatan dan asupan makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

BACA JUGA:Diundur Sehari, Launching Pilkades Serentak Lebong Resmi Digelar Besok 8 September

"Faktor kebersihan lingkungan juga menjadi faktor utama timbulnya berbagai macam penyakit, termasuk infeksi saluran pernapasan," sampai dr. Eni.

Dijelaskannya, ISPB merupakan proses infeksi akut yang berlangsung selama 14 hari dan disebabkan oleh mikroorganisme. Infeksi tersebut dapat menyerang satu bagian atau lebih dari saluran pernapasan, mulai dari hidung sebagai saluran atas hingga alveoli sebagai saluran bawah, termasuk jaringan adneksanya seperti sinus, rongga telinga tengah, dan pleura.

"Gejala awal yang timbul biasanya berupa batuk dan pilek, yang kemudian diikuti dengan napas cepat dan sesak. Pada tingkat yang lebih berat, terjadi kesukaran bernapas dan ketidakmampuan untuk minum," jelasnya.

Di sisi lain, dr. Eni menyampaikan bahwa balita merupakan kelompok usia yang paling rentan terkena infeksi saluran pernapasan. Karena itu, para ibu diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya jika memiliki anak yang masih berusia balita.

"Kami berharap agar masyarakat menjaga pola makan, seperti memperbanyak konsumsi sayur dan buah, karena ISPB masih mendominasi penyakit yang ditangani rumah sakit," imbaunya. 

 

Kategori :