Langkah Tanam Bawang Putih di Dataran Rendah

Rabu 10-06-2026,15:48 WIB
Reporter : Miya Diosi
Editor : Reni Apriani

 

RADARLEBONG.ID - Menanam bawang putih di dataran rendah bukan tidak mungkin. Warga Desa Lido, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat, Yamin misalnya.

Ia membudidayakan bawang putih di dataran rendah berelevasi 70—80 m dpl.

Yamin memisahkan umbi bawang putih dengan kulitnya. Ia merendam 100 kg benih dalam 20—30 liter air dan 250 gram vetsin agar mempercepat dormansi.

Kemudiaan ia menanam benih di lahan berjarak 30 cm x 30 cm.

BACA JUGA:Changan Nevo Q05 Siap Mengincar Pasar SUV Listrik di Indonesia

Populasi mencapai 50.000 tanaman per ha. Penanaman bawang putih di dataran rendah idealnya pada bulan Juni dan Juli. Berikutnya Yamin meletakkan jerami di lahan. Tujuannya untuk menjaga kelembapan tanah.

 

Sumber nutrisi berupa 150 kg NPK per ha ketika tanaman berumur 20 hari. Pemberian dua kali saat tanaman berumur 20 hari setelah tanam (hst) dan 42 hari setelah tanam. Ciri tanaman siap panen jika umbi muncul ke permukaan dan hampir 90% daun menguning.

 

Setelah pemeliharaan selama 100 hari, Yamin menuai 8—9 ton bawang putih per ha. Bandingkan dengan produksi bawang putih varietas yang sama di dataran tinggi mencapai 10 ton per ha.   

 

Menurut peneliti bawang putih di BPSI Tanaman Sayuran, Agnofi Merdeka Efendi, pertumbuhan bawang putih yang optimal di kebun berketinggian lebih dari 1.000 m dpl dengan suhu 15—25oC.  Agnofi mengatakan, penanaman bawang putih di dataran rendah menggunakan lumbu putih asal Yogyakarta.

 

Varietas itu mampu beradaptasi pada ketinggian mulai dari 0 sampai 200 m dpl. Varietas itu dapat tumbuh dengan baik meski di dataran tinggi.

Kategori :

Terkait