PASANG IKLAN ONLINE AGUSTUS

DP3AP2KB Lebong Intensifkan Edukasi Pencegahan Kekerasan

DP3AP2KB Lebong Intensifkan Edukasi Pencegahan Kekerasan

Plt Kepala Dinas DP3APPKB Lebong Eropa SKM-foto :amri rakhmatullah/radarlebong-

LEBONG.RADARLEBONG.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Lebong terus memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Salah satu langkah yang akan dioptimalkan adalah mengintensifkan kegiatan sosialisasi hingga ke tingkat desa, kelurahan, dan kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Lebong.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3AP2KB Kabupaten Lebong, Eropa, SKM., M.E., menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut merupakan upaya preventif agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan mengetahui cara mencegah serta menangani kasus-kasus yang berpotensi terjadi di lingkungan sekitar.

BACA JUGA:Pagar SMPN 9 Lebong Rusak Pasca Banjir, Belum Diperbaiki

Menurutnya, sosialisasi menjadi salah satu strategi yang paling efektif untuk membangun kesadaran masyarakat dalam memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak.

"Maka dari itu pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah saja dan melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat," sampainya.

Eropa menjelaskan, materi yang disampaikan dalam kegiatan sosialisasi tidak hanya ditujukan kepada para orang tua sebagai pihak yang memiliki peran utama dalam memberikan perlindungan kepada anak. Kegiatan tersebut juga melibatkan tokoh masyarakat, perangkat desa, pemuda, hingga masyarakat umum.

Melalui edukasi secara langsung, masyarakat diharapkan memahami berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak, cara mencegahnya, serta langkah yang harus dilakukan apabila menemukan atau mengetahui adanya dugaan tindak kekerasan di lingkungan sekitar.

Selain itu, DP3AP2KB juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi perempuan maupun anak. Lingkungan yang peduli dan responsif dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menekan angka kekerasan.

"Karena itu lingkungan yang peduli dan responsif dinilai menjadi faktor penting dalam menekan terjadinya kasus kekerasan," jelasnya.

Lebih lanjut, Eropa mengatakan masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa kekerasan tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga dapat berupa kekerasan verbal, psikis, seksual, hingga penelantaran. Oleh karena itu, peningkatan literasi melalui kegiatan sosialisasi harus terus dilakukan secara berkelanjutan dengan menjangkau seluruh desa, kelurahan, dan kecamatan di Kabupaten Lebong.

"Kami sangat berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga setiap potensi kekerasan dapat dicegah sejak dini. Maka dari itu, masyarakat juga diharapkan tidak lagi ragu untuk melaporkan apabila mengetahui adanya tindakan kekerasan terhadap perempuan maupun anak," katanya.

Eropa menambahkan, DP3AP2KB Kabupaten Lebong optimistis upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak akan semakin kuat melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, keluarga, sekolah, serta seluruh lapisan masyarakat. Sosialisasi yang dilakukan secara berkesinambungan diharapkan mampu membangun budaya saling peduli dan menghormati hak-hak perempuan serta anak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: