Cara Mengatasi Daun Tanaman Cabai Rawit yang Keriting

Selasa 02-06-2026,16:29 WIB
Reporter : Miya Diosi
Editor : Reni Apriani

 

2. Memulai dari insektisida yang sifatnya ringan, bukan langsung memakai yang keras.

Jika sejak awal menggunakan bahan aktif dengan tingkat toksisitas tinggi seperti diafentiuron, risiko munculnya resistensi hama semakin besar.

Akibatnya, ketika serangan hama benar-benar parah, pestisida tersebut sudah tidak lagi efektif.

Pada tahap awal, petani bisa menggunakan insektisida berbahan aktif imidacloprid, kemudian dilakukan rolling atau rotasi dengan bahan aktif lain seperti piridaben atau abamektin.

Langkah ini membantu menjaga efektivitas pengendalian sekaligus mencegah hama menjadi kebal.

Selain itu, sangat penting untuk memperhatikan dosis penggunaan. Mulailah dari dosis rendah sesuai anjuran, jangan langsung menggunakan dosis tinggi yang justru bisa merusak tanaman.

Hal lain yang tak kalah penting adalah menghindari pencampuran pestisida sembarangan.

Contohnya, hindari mencampur insektisida formulasi EC dengan EC, karena berpotensi menimbulkan masalah pada larutan maupun tanaman. Berikut panduan lengkap mencampur pestisida:

 

 

 

3. Hindari mengkombinasikan berbagai jenis pestisida sekaligus dalam satu aplikasi. Niatnya tentu baik, yaitu agar pekerjaan lebih praktis dan hasil lebih cepat terlihat.

Namun, langkah seperti ini justru seringkali kurang tepat. Setiap bahan pestisida memiliki karakteristik, cara kerja, dan kompatibilitas yang berbeda.

Jika asal dicampur, ada risiko bahan aktif saling menetralkan, bahkan bisa menimbulkan efek fitotoksik yang merugikan tanaman.

Untuk itu, sebaiknya fokuskan pengendalian sesuai kebutuhan utama. Misalnya, jika tujuan utama penyemprotan adalah mengatasi hama, gunakan insektisida atau akarisida saja.

Kategori :