Model VinFast yang Diprediksi Diproduksi Lokal
Model yang paling berpotensi diproduksi lebih dahulu adalah VinFast VF5 dan VF e34 karena berada di segmen paling gemuk di pasar Indonesia, yakni compact SUV dan city car listrik.
VinFast VF5 sebagai Penantang Serius Wuling
VF5 diposisikan untuk menantang Wuling Air EV dan Binguo EV, dengan keunggulan desain SUV dan ground clearance yang lebih sesuai dengan kondisi jalan Indonesia.
Potensi Produksi VF6 dan VF7
Pada tahap lanjutan, VF6 dan VF7 berpeluang dirakit di Subang untuk bersaing langsung dengan Hyundai Kona Electric dan BYD di segmen menengah.
Penyesuaian Spesifikasi untuk Pasar Indonesia
Produksi lokal memungkinkan penyesuaian fitur seperti sistem AC untuk iklim tropis, suspensi lebih empuk, dan optimalisasi thermal management baterai agar tahan terhadap kondisi lalu lintas padat dan suhu tinggi.
Skema Battery as a Service Tetap Dipertahankan
VinFast diprediksi tetap menawarkan skema sewa baterai sebagai strategi menurunkan harga beli awal. Konsumen juga akan diberikan opsi beli putus untuk memenuhi preferensi pasar yang beragam.
Peta Persaingan dengan Wuling dan BYD
VinFast akan berhadapan langsung dengan dominasi Wuling di segmen entry level dan agresivitas BYD di segmen menengah. Keunggulan VinFast terletak pada desain Eropa, garansi panjang hingga 10 tahun, dan potensi harga lebih kompetitif berkat produksi lokal.
Pabrik Subang sebagai Kunci Membangun Brand Trust
Kualitas rakitan lokal menjadi faktor krusial dalam membangun kepercayaan konsumen. Jika kualitas produksi Subang mampu menyamai atau melampaui unit impor, perang harga dan fitur dipastikan akan memanas pada 2026.
Dampak Ekonomi Lokal dan Peningkatan TKDN
Operasional pabrik akan menyerap ribuan tenaga kerja lokal dan mendorong peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). VinFast diwajibkan memenuhi target TKDN minimal 40% untuk mendapatkan insentif pajak.