Kapasitas Produksi Awal 50.000 Unit per Tahun
Kapasitas produksi tahap awal ditargetkan mencapai 50.000 unit per tahun. Angka ini setara dengan kapasitas beberapa pabrikan Jepang yang telah lama beroperasi di Indonesia untuk satu lini model.
Fleksibilitas Platform dan Model Kendaraan
Jalur produksi dirancang fleksibel untuk menangani berbagai platform mobil listrik VinFast, mulai dari model kompak seperti VF3 dan VF5 hingga SUV berukuran lebih besar. Hal ini menunjukkan orientasi ekspor dan skala ekonomi yang matang.
Kedekatan dengan Pelabuhan Patimban
Lokasi pabrik yang dekat dengan Pelabuhan Patimban memberikan keunggulan logistik, baik untuk ekspor kendaraan maupun impor komponen. Hal ini memperkuat peran Subang sebagai basis produksi regional.
Nilai Investasi dan Komitmen Jangka Panjang
Investasi awal VinFast di Subang mencapai sekitar 200 juta dolar AS atau lebih dari Rp3 triliun. Dana ini digunakan untuk pembebasan lahan, pembangunan fasilitas, serta pengadaan mesin perakitan berteknologi tinggi.
Transfer Teknologi dan Pengembangan SDM
Investasi ini juga mencakup pelatihan tenaga kerja Indonesia untuk mengoperasikan teknologi manufaktur kendaraan listrik modern. Transfer teknologi ini menjadi nilai strategis bagi penguatan industri otomotif nasional.
Alasan Strategis Memilih Indonesia
Pemilihan Indonesia didasarkan pada dua faktor utama, yakni cadangan nikel terbesar di dunia dan posisi Indonesia sebagai pasar setir kanan terbesar di ASEAN.
Keunggulan Nikel untuk Industri Baterai
Ketersediaan nikel menjadi magnet utama bagi VinFast, terutama untuk efisiensi biaya baterai di masa depan. Program hilirisasi nikel nasional memperkuat daya tarik Indonesia sebagai basis produksi EV.
Indonesia sebagai Global RHD Hub
Indonesia diproyeksikan menjadi pusat produksi kendaraan setir kanan VinFast untuk pasar seperti Australia, Malaysia, Thailand, Afrika Selatan, dan negara lainnya yang menggunakan sistem RHD.