BENGKULU, RADARLEBONG.ID - Tak hanya persoalan cuaca ekstrem yang tengah melanda nelayan Bengkulu.
Namun, saat ini nelayan Bengkulu juga harus dihadapkan dengan persoalan sampah dan limbah yang mencemari laut sehingga di beberapa daerah penghasilan nelayan dari laut menurun drastis. Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengatakan, ia tidak akan diam dan hanya duduk manis saja setelah mendengar anjloknya penghasilan nelayan tersebut mengingat laut punya peran penting bagi mereka. "Di Kaur, Seluma, Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara sampai Mukomuko laut punya peran penting. Ada banyak potensi sumber daya yang besar di dalam lautnya. Laut Bengkulu harus dijaga jangan sampai tercemar atau rusak," kata Hj Riri Damayanti John Latief, Senin (29/8/2022). BACA JUGA:Senator Riri : Bengkulu Miliki Potensi Energi yang Berlimpah BACA JUGA:Berikut Harapan Senator Riri HUT TVRI ke 60 Tahun Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini mengimbau kepada seluruh perusahaan untuk memeriksa aktifitas ekonominya agar tidak mencemari laut dengan limbahnya. "Pemerintah, atau dalam hal ini kementerian terkait, bila ada perusahaan yang nyata membawa dampak buruk bagi lingkungan, apalagi sudah disurati oleh kepada daerah, mestinya segera bertindak. Allah kasih laut agar sekarang bisa dinikmati hingga generasi di masa depan," ujar Hj Riri Damayanti John Latief. Tak kalah pentingnya, Dewan Penasehat Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Bengkulu ini melanjutkan, sampah masih menjadi masalah utama yang mengancam kesehatan lautan. "Presiden sampai mengeluarkan Peraturan Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut pada tanggal 21 September 2018. Jadi kalau masih ada yang buang sampah ke laut, ini sama saja menentang presiden. Harus diberi sanksi tegas," tandas Hj Riri Damayanti John Latief. BACA JUGA:Honor Tenaga Ahli di Lebong Ini Lumayan Menguras APBD BACA JUGA:Nama Nama Pahlawan Diwacanakan Jadi Nama Jalan Utama di Lebong Rusaknya lingkungan laut, tambah Alumni SD Negeri 8 Kota Bengkulu itu, bukan hanya berkontribusi mengurangi pendapatan nelayan, tapi juga mendorong para nelayan semakin dalam jatuh dalam lubang kemiskinan. "Coba lihat kehidupan nelayan kecil, banyak mereka tinggal di lingkungan kumuh di tepi laut. Hidup pas-pasan. Susah dapat modal. Mau mengembangkan usahanya banyak sekali kendala. Jadi jangan nelayan sudah jatuh, terus ditimpa tangga lagi. Jangan lagi rusak laut Bengkulu," demikian Hj Riri Damayanti John Latief.Senator Riri Ajak Selamatkan Potensi Sumber Daya Laut dari Ancaman Sampah
Senin 29-08-2022,21:09 WIB
Kategori :
Terkait
Kamis 15-02-2024,14:33 WIB
Apakah Komeng Calon DPD? Fotonya Mengundang Tawa Trending di X
Kamis 11-01-2024,16:20 WIB
Kekurangan Surat Suara Pemilu 2024 di Kabupaten Lebong Capai 6.219 Lembar
Selasa 28-02-2023,16:14 WIB
Jaga dan Rawat Aset Pariwisata Bengkulu
Selasa 28-02-2023,16:05 WIB
Senator Riri Dorong Pengawasan Distribusi Beras
Rabu 22-02-2023,16:29 WIB
Senator Riri Ajak Pemuda Maknai Peringatan Hari Kepanduan Sedunia 2023
Terpopuler
Kamis 26-02-2026,16:42 WIB
Kapan THR PNS & PPPK 2026 Cair?
Kamis 26-02-2026,20:35 WIB
Trump Kenakan Tarif Impor Hingga 143 Persen, Panel Surya Indonesia Terancam Tersingkir dari Pasar AS
Kamis 26-02-2026,18:16 WIB
Jadwal Lengkap dan Lokasi Penukaran Uang Baru 2026 via PINTAR BI
Kamis 26-02-2026,18:23 WIB
10 Website Nonton Drakor Sub Indo Terbaru, Isi Waktu Luang Ramadhan
Kamis 26-02-2026,16:34 WIB
Cara Tukar Uang Baru 2026 Lewat PINTAR BI Jelang Idulfitri
Terkini
Jumat 27-02-2026,15:09 WIB
Rupiah Perkasa Menguat ke Rp 16.759 per Dolar AS di Pasar Spot
Jumat 27-02-2026,15:07 WIB
Harga Emas Dunia OTW USD10.000 per Troy Ounce, Prediksi Dedolarisasi Makin Terbukti
Jumat 27-02-2026,10:21 WIB
Diperiksa Polisi, Bendahara BUMDes Gandung Baru Sebut SPj BUMDes Terbakar
Jumat 27-02-2026,09:30 WIB
Kemenag Lebong Tetapan Besaran Zakat Fitrah 2026/1447 H
Kamis 26-02-2026,20:43 WIB