Hujan Sebabkan Petani Cabe Merugi

Hujan Sebabkan Petani Cabe Merugi

Cabai: Terlihat petani saat memilih cabai hasil panen yang baru sudah di petik. -foto : carles/radarlebong-

RADARLEBONG.ID - Curah hujan tinggi yang belakangan ini terus terjadi mengguyur wilayah Kabupaten Lebong,

ternyata menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat, terutama bagi para petani cabai yang mengalami kerugian lantaran hasil panen tidak normal.

Tarmizi (45), salah satu petani cabai di Kecamatan Lebong Tengah mengatakan hujan lebat yang terus terjadi

membuat mereka (petani,red) merugi. Sebab buah cabai milik mereka banyak membusuk tanaman membuat kelembaban tanah naik dan di saat bersamaan virus antraknosa juga menyerang.

BACA JUGA:Harga Cabe Merah Kembali Pedas

BACA JUGA:Musim Hujan, Harga Cabe Pedas

"Sejak satu bulan terakhir hasil penen cabai kami menurun, karena faktor hujan terus yang terus terjadi. Dan diperparah serangan virus antraknosa yang mengganggu tanaman cabai," sampai Tarmizi.

Lebih jauh, tanah yang sepanjang basah membuat tanaman cabai mudah terserang virus antraknosa. Kemudian menyebabkan buah cabai mudah membusuk, dan membuat daun cabai menjadi keriting serta serangan hama ulat.

"Sekarang kalau sedang panen cuman bisa dapat 30 kilo saja, sedangkan yang busuk dan tidak dapat dijual mencapi ratusan kilo," terangnya.

Menurut Tarmizi, apabila dalam satu bulan terakhir hujan masih terus berlangsung, dipastikan para petani cabai di Kabupaten Lebong merugi. Karena memang hujan yang berkepanjangan salah satu kelemahan berkebun cabai.

"Selain merugi karena hasil panen yang tidak normal, saat ini harga cabai juga sudah menurun, dari harga Rp 40 ribu turun menjadi Rp 30 ribu per kilogram," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: