13 Merek Mobil yang Menghadapi Krisis dan Risiko Kebangkrutan
ILUSTRASI 13 Merek Mobil yang Menghadapi Krisis dan Risiko Kebangkrutan-foto :tangkapan layar/youtube-
RADARLEBONG.ID-Daftar 13 merek mobil yang menghadapi krisis serius dan risiko kebangkrutan, termasuk Dodge, Subaru, Infiniti, Mitsubishi, Jaguar, Maserati, Genesis, Alfa Romeo, Lincoln, dan Smart.
Dodge: Krisis Identitas dan Penurunan Penjualan
Dodge menghadapi krisis identitas serius. Reputasinya dibangun pada mobil bertenaga besar dengan mesin V8, tetapi tren pasar kini bergerak ke arah elektrifikasi dan efisiensi bahan bakar.
Model ikonik seperti Challenger dan Charger dihentikan tanpa pengganti yang menarik, sementara SUV compact Hornet gagal di pasaran.
BACA JUGA:KING OF DIESEL: Modifikasi Isuzu Panther Gagah, Simpel, dan Nyaman dengan Budget Minimal
Penjualan Dodge turun 40% dalam tiga tahun terakhir. Masalah keandalan seperti kelistrikan yang bermasalah dan transmisi rusak memperburuk citra. Ketergantungan penuh pada pasar AS tanpa kehadiran di Eropa atau Asia meningkatkan risiko merek ini dihentikan dalam lima tahun ke depan.
Subaru: Basis Pelanggan Menua dan Kurangnya Inovasi
Subaru dikenal dengan loyalitas penggemar yang fanatik, tetapi basis pelanggan menua tanpa pembaruan signifikan. Katalog produk terbatas dan berulang, mesin boxer mengalami konsumsi oli berlebih, serta strategi elektrifikasi gagal dengan model Soltera yang tidak diminati. Sistem AWD yang dulunya unik kini menjadi standar, sehingga kehilangan pembeda. Subaru gagal menarik generasi muda, membuat masa depan merek ini tidak pasti tanpa perubahan radikal.
Infiniti: Gagal Bersinar di Pasar Premium
Infiniti, divisi premium Nissan, tidak mampu bersaing dengan Lexus, BMW, atau Mercedes. Penarikan dari Eropa menandakan kegagalan mempertahankan eksistensi di pasar utama. Penjualan di AS anjlok dari 100.000 unit menjadi hanya 40.000 unit per tahun. Produk yang ketinggalan zaman, kurangnya identitas merek, dan janji model hibrida atau listrik yang tidak terwujud membuat nilai jual kembali sangat rendah.
Mitsubishi: Kehilangan Relevansi dan Inovasi
Mitsubishi mengalami penurunan drastis dari masa kejayaan Lancer Evolution hingga kini merek yang tidak relevan. Produk terbaru kurang menarik, kualitas pengerjaan biasa, dan teknologi ketinggalan. Penjualan global turun 14% pada saat pasar tumbuh. Mitsubishi bertahan hanya karena aliansi dengan Renault dan Nissan, tanpa inovasi atau koneksi emosional dengan pembeli muda. Outlander PHV menjadi satu-satunya produk relevan di portofolio yang otherwise stagnan.
Jaguar: Kemewahan yang Meredup
Jaguar, ikon kemewahan Inggris, mengalami penurunan penjualan di Eropa dan AS. Transisi ke kendaraan listrik penuh pada 2025 menjadi pertaruhan tinggi, sementara model bermesin pembakaran internal dihentikan. Upaya elektrifikasi seperti I-Pace tidak cukup untuk bersaing dengan Tesla, Audi E-Tron, dan Mercedes EQC. Keandalan buruk dan reputasi servis yang mahal membuat Jaguar menghadapi risiko nyata jika JLR bangkrut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
