Prabowo Gaspol! Pindad Siap Produksi 500 Ribu Mobil Nasional, Indonesia Siap Jadi Raksasa Baru
Prabowo Gaspol! Pindad Siap Produksi 500 Ribu Mobil Nasional, Indonesia Siap Jadi Raksasa Baru-foto :tangkapan layar/youtube-
RADARLEBONG.ID- Pemerintah Indonesia melalui Presiden Prabowo memberikan arahan langsung untuk menghadirkan mobil nasional. Targetnya jelas: mobil harus terjangkau bagi rakyat, dan wajib mobil listrik.
Proyek ini diangkat menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN), sehingga seluruh aspek mulai dari perizinan, fiskal, pembiayaan, hingga pembangunan infrastruktur diprioritaskan.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa mobil nasional harus siap meluncur dalam 3 tahun ke depan, sebelum akhir masa jabatannya.
Instruksi langsung diberikan untuk penganggaran khusus, penyediaan lahan pabrik, pembangunan fasilitas produksi, hingga pembentukan tim teknis yang bekerja secara intensif.
BACA JUGA:Motor Listrik i2C Proyek Terbaru Era Presiden Prabowo
Harga dan Target Pasar Mobil Nasional
Kementerian Perindustrian dan Gaikindo menyebut bahwa mobil nasional akan dibanderol antara Rp200 juta hingga Rp300 juta, menargetkan pasar terbesar di Indonesia. Segmentasi ini mencakup keluarga muda, pekerja urban, milenial, dan armada perusahaan, yang mencakup sekitar 75% pasar domestik. Fokus pada segmen ini memungkinkan skala ekonomi tercapai, harga ditekan, dan volume penjualan meningkat.
Segmentasi harga strategis ini menekankan bahwa mobil nasional harus relevan dengan kebutuhan domestik, sehingga mampu bersaing di pasar lokal sebelum mempertimbangkan ekspor.
Dua Calon Mobil Nasional
I2C (Indigenous Indonesian Car)
I2C adalah mobil nasional dengan desain futuristik dan sentuhan lokal seperti motif Garuda dan batik. Dikembangkan oleh PT Teknologi Militer Indonesia (PTTMI), produksi massal akan dilakukan oleh PT Pindad. Pabrik di Subang disiapkan dengan target kapasitas 500.000 unit per tahun, dimulai dari 100.000 unit per tahun pada 2028.
Pandu EV adalah mobil listrik taktis 4x4 berbasis platform MV3 atau Maung, dengan motor ganda depan-belakang dan jarak tempuh hingga 400 km. Target produksi massal dimulai akhir 2025 atau awal 2026, menggunakan fasilitas produksi Pindad, dan awalnya digunakan sebagai kendaraan kementerian.
Kerja Sama Internasional dan Teknologi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
