Dampak Konsumsi Air Tanah, Benarkah Berbahaya?

Senin 13-07-2026,16:21 WIB
Reporter : Miya Diosi
Editor : Reni Apriani

 

RADARLEBONG.ID - Air tanah merupakan air yang tersimpan di dalam lapisan tanah dan batuan.

Air tanah beda dengan air permukaan seperti sungai atau danau. Ketika air hujan turun dan masuk ke dalam tanah akan mengisi cadangan air tanah yang terjadi secara alami.

Manfaat air tanah pun beragam mulai dari sumber air minum makhluk hidup, membantu proses irigasi lahan pertanian, sampai menstabilkan ekosistem dengan cara menjaga kelembaban tanah dan mendukung proses hidup tumbuhan dan hewan.

Dampak konsumsi air tanah yang terkontaminasi cukup serius untuk kesehatan.

Namun sebelum mengetahui apa saja dampaknya, berikut ini faktor-faktor yang dapat memengaruhi kualitas air tanah, di antaranya:

BACA JUGA:4 Efek Buruk Brain Rot pada Otak dan Kesehatan Mental

Faktor alami yang berasal dari proses komposisi geologi tanah dan batuan, volume curah hujan dan faktor alami lainnya.

Faktor kegiatan manusia seperti penggunaan pestisida dan herbisida di lahan pertanian, kebocoran tangki septic tank, pembuangan limbah industri dan domestik hingga kegiatan penambangan yang akan melepaskan logam berat dan bahan kimia berbahaya.

 

Alasan utama kenapa manusia harus berhati-hati mengonsumsi air putih sebab dampak konsumsi air tanah untuk kesehatan cukup fatal. Dampak ini akan dirasakan untuk semua usia, mulai dari bayi, anak-anak sampai orang dewasa. Berikut ini dampaknya untuk kesehatan.

 

1. Kandungan Kontaminasi Kimiawi

 

Air yang terkontaminasi pestisida berbahaya karena mengganggu sistem saraf dan reproduksi. Kandungan arsenik di dalam air tanah memicu penyakit kronis seperti kanker kulit dan paru-paru. Kandungan nitrat berbahaya untuk perkembangan janin. Bahan kimia lainnya seperti benzena dan klorin berpotensi memicu penyakit hati dan kanker.

Kategori :

Terkait