LEBONG.RADARLEBONG.ID- Di tengah musim kemarau, banyak petani memanfaatkan lahan sawah untuk membuka kolam ikan.
Namun, langkah tersebut hanya dapat dilakukan pada lahan yang memiliki ketersediaan air yang cukup. Sementara itu, lahan sawah yang mengalami kekeringan lebih cocok dimanfaatkan untuk menanam berbagai komoditas palawija.
Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh Sori (47), petani asal Desa Tanjung Bungai I, Kecamatan Lebong Tengah. Ia memilih mengolah lahan sawahnya yang kekurangan air dengan menanam cabai dan jagung sebagai alternatif pengganti tanaman padi.
Pemanfaatan lahan sawah tidak harus terfokus pada budidaya ikan. Berbagai tanaman hortikultura, seperti cabai dan sayur-sayuran, dinilai mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani.
BACA JUGA:Jalan Rusak Puluhan Tahun, Danau Liang–Turan Ingep Hanya Dianggarkan Rp 900 Juta
Alih fungsi lahan sawah menjadi kebun hortikultura kini semakin banyak dilakukan petani di Kabupaten Lebong. Langkah tersebut dinilai lebih efektif, terutama saat musim kemarau ketika pasokan air terbatas sehingga lahan tidak memungkinkan untuk ditanami padi maupun dijadikan kolam ikan.
Selain menjaga produktivitas lahan, pemanfaatan sawah kering untuk budidaya cabai juga menjadi upaya mempertahankan pendapatan keluarga sekaligus mengurangi risiko lahan terbengkalai selama musim kemarau.
Sori mengatakan, saat ini ia mengelola lahan sawah seluas sekitar 0,5 hektare dengan menanam cabai dan jagung. Menurutnya, modal yang dikeluarkan untuk budidaya cabai masih tergolong terjangkau, mulai dari pembibitan, pemupukan hingga masa panen. Dari usaha tersebut, ia mengaku mampu memperoleh keuntungan bersih mencapai dua hingga tiga kali lipat dari modal yang dikeluarkan.
"Budidaya sayuran itu tidak bisa dibilang sulit, tetapi juga tidak mudah. Kuncinya hanya butuh kegigihan dan ketekunan untuk mendapatkan hasil yang maksimal," pungkas Sori.