LEBONG.RADARLEBONG.ID- Kabar gembira menghampiri para petani karet di Kecamatan Lebong Tengah. Harga komoditas getah karet mengalami kenaikan signifikan dalam sebulan terakhir.
Jika sebelumnya hanya berkisar Rp12.000 per kilogram, kini harga di tingkat petani telah mencapai Rp15.000 per kilogram.
Kenaikan harga tersebut disambut antusias oleh para petani. Mereka optimistis membaiknya harga karet akan berdampak positif terhadap perekonomian keluarga, terutama di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.
Alex (38), salah seorang petani karet di Lebong Tengah, mengaku bersyukur atas kenaikan harga getah karet yang mencapai Rp3.000 per kilogram. Menurutnya, kenaikan tersebut memberikan dampak yang sangat signifikan bagi para petani.
BACA JUGA:Jalan Rusak Puluhan Tahun, Danau Liang–Turan Ingep Hanya Dianggarkan Rp 900 Juta
"Kenaikan harga getah karet ini membuat kami lebih tenang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dampaknya sangat positif bagi ekonomi keluarga. Semoga saja tren harga ini terus meningkat," harap Alex saat diwawancarai Radar Lebong.
Meski demikian, Alex berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga agar tidak kembali merosot. Selain itu, ia juga mengimbau para petani untuk terus menjaga kualitas getah karet yang dihasilkan.
Menurutnya, petani sebaiknya tidak mencampurkan getah karet dengan bahan lain, seperti kulit kayu atau zat lainnya, karena dapat menurunkan kualitas karet. Menjaga mutu hasil produksi dinilai penting untuk mempertahankan kepercayaan pembeli sekaligus menjaga reputasi karet asal Kabupaten Lebong.
"Yang paling utama adalah petani harus menjaga mutu. Jangan sampai dicampur kulit kayu atau lainnya agar harga jual tidak merosot kembali. Kita harus pastikan getah karet dari Lebong ini kualitasnya tetap terjaga," pungkasnya.