Ia menggunakan cangkang telur tidak hanya untuk kelengkeng tetapi juga untuk tanaman lain seperti anggrek yang dirawat di rumahnya. Untuk pengolahannya, ia menyarankan agar cangkang telur dicuci terlebih dahulu, lalu dihancurkan dan dicampurkan ke media tanam agar nutrisinya lebih cepat diserap. Ia juga menyebutkan bahwa waktu terbaik mengaplikasikan cangkang telur biasanya pada sore hari, karena menurut pengalaman yang ia dengar dan praktikkan, penyerapan nutrisi tanaman bisa lebih maksimal pada waktu tersebut.
4. Kulit Pisang
Kulit pisang dikenal sebagai sumber kalium alami yang sangat penting untuk merangsang proses pembungaan dan pembuahan pada tanaman, sehingga sangat cocok digunakan pada fase generatif ketika tanaman mulai membentuk bunga dan buah. Banyak pekebun rumahan memanfaatkan kulit pisang sebagai pupuk tambahan untuk meningkatkan kualitas hasil panen.
Cara penggunaannya cukup sederhana, yaitu dengan mencincang kulit pisang menjadi potongan kecil lalu menguburkannya di sekitar akar tanaman agar proses penguraian terjadi secara bertahap dan nutrisi dilepaskan perlahan ke dalam tanah. Alternatif lain adalah merendam kulit pisang di dalam air selama satu hingga dua hari untuk menghasilkan pupuk cair sederhana.
Kalium yang terkandung dalam kulit pisang membantu memperkuat jaringan tanaman, meningkatkan kualitas bunga, serta memperbesar peluang pembentukan buah yang lebih sehat dan tidak mudah rontok.
Dengan penggunaan rutin dan terkontrol, limbah dapur ini dapat menjadi solusi pupuk alami yang sangat efektif.