Penggunaan air cucian beras ini biasanya dilakukan dengan cara langsung menyiramkannya ke media tanam satu hingga dua kali seminggu, disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kelembapan tanah agar tidak berlebihan. Pada tanaman kelengkeng yang ia tanam dari cangkok sejak sekitar 2015, metode sederhana ini tetap diterapkan bersamaan dengan penyiraman rutin tiga kali seminggu, tergantung musim, sehingga kebutuhan air dan nutrisi tanaman tetap terjaga tanpa biaya tambahan.
2. Ampas Teh
Ampas teh yang sering kali langsung dibuang ternyata masih memiliki kandungan nitrogen dan bahan organik yang bermanfaat untuk memperbaiki struktur tanah serta meningkatkan kesuburan secara bertahap. Kandungan tersebut membantu menjaga kelembapan tanah dan mendukung aktivitas mikroorganisme yang berperan penting dalam proses penguraian bahan organik menjadi unsur hara yang mudah diserap akar.
Menurut Yusnidar, ampas teh termasuk salah satu bahan alami yang kerap ia campurkan bersama air beras untuk menyiram tanaman, terutama ketika ingin memberikan nutrisi tambahan tanpa membeli pupuk kimia. Praktik ini menunjukkan bahwa limbah dapur sederhana dapat menjadi solusi efektif dalam jangka panjang, terutama bagi pekebun rumahan yang ingin menjaga pengeluaran tetap rendah namun hasil tanaman tetap optimal.
Sebelum digunakan, ampas teh sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu agar tidak menimbulkan jamur di permukaan tanah, kemudian ditaburkan tipis atau dicampur dengan media tanam agar terurai perlahan. Dengan penggunaan rutin dan proporsional, ampas teh membantu menjaga tanah tetap gembur dan subur, terutama untuk tanaman dalam pot yang ruang akarnya terbatas dan membutuhkan suplai bahan organik tambahan.
3. Cangkang Telur
Cangkang telur dikenal sebagai sumber kalsium alami yang sangat penting untuk memperkuat jaringan tanaman dan membantu mencegah gangguan pertumbuhan akibat kekurangan unsur tersebut. Dalam praktik berkebun rumahan, bahan ini sangat mudah diperoleh dan dapat diolah tanpa alat khusus, sehingga cocok digunakan oleh siapa saja yang ingin mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
Yusnidar memilih cangkang telur sebagai pupuk alami karena mengandung kalsium yang bermanfaat bagi berbagai tanaman di rumahnya.
“Jadi cangkang telur itu katanya ada kalsiumnya yang bagus buat tanaman,” tambahnya.