Gentengisasi bukan satu-satunya fokus pemerintah dalam upaya mempercantik lingkungan. Presiden juga menginstruksikan penertiban baliho, penataan kabel di sepanjang jalan, serta peningkatan kebersihan dan keindahan lingkungan secara menyeluruh. Seluruh kebijakan ini dirancang sebagai satu kesatuan program penataan ruang dan lingkungan yang saling mendukung.
Penataan visual perkotaan dan kawasan wisata diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, aman, dan menarik, baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan.
Skema Pendanaan Proyek Gentengisasi
Dari sisi pendanaan, pemerintah memastikan bahwa biaya proyek gentengisasi telah dihitung dan akan dimasukkan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah menyatakan kesiapan untuk membiayai proyek ini, sembari tetap membuka ruang kolaborasi dengan pihak swasta guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan.
Pendekatan pembiayaan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam merealisasikan gentengisasi sebagai program prioritas nasional, dengan dukungan anggaran yang terencana dan terukur.
Sinergi Pemerintah, Swasta, dan Masyarakat
Keberhasilan proyek gentengisasi sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Pemerintah berperan sebagai pengarah kebijakan dan penyedia anggaran, swasta sebagai mitra produksi dan pendukung pembiayaan, serta masyarakat sebagai penerima manfaat sekaligus pihak yang menjaga keberlanjutan hasil program.
Dengan kolaborasi ini, gentengisasi diharapkan tidak hanya memperbaiki tampilan fisik rumah-rumah di Indonesia, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan, memperkuat citra pariwisata nasional, dan menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.