Prabowo Canangkan Proyek Gentengisasi, Lebih Baik Mana Genteng vs Seng?
Prabowo Canangkan Proyek Gentengisasi, Lebih Baik Mana Genteng vs Seng?-foto :tangkapan layar/youtube-
RADARLEBONG.ID-Proyek gentengisasi Prabowo memicu perbandingan genteng vs seng sebagai material atap rumah. Simak kelebihan genteng untuk iklim tropis, risiko asbes, serta karakteristik seng dan potensi karat pada atap bangunan.
Proyek Gentengisasi untuk Perbaikan Kualitas Hunian dan Citra Lingkungan
Presiden Prabowo mencanangkan proyek gentengisasi dengan tujuan mengganti atap bangunan yang masih menggunakan seng menjadi genteng.
Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat, memperindah lingkungan permukiman, serta memperkuat citra Indonesia di mata wisatawan.
BACA JUGA:Prabowo Canangkan Proyek Gentengisasi Nasional untuk Ganti Atap Seng di Seluruh Indonesia
Penggunaan atap seng selama ini masih banyak ditemukan pada bangunan rumah, sehingga perubahan material atap menjadi bagian penting dari upaya peningkatan standar hunian.
Perbandingan Material Atap Rumah: Genteng, Seng, dan Asbes
Pertimbangan Pemilihan Material Atap di Indonesia
Pemilihan material atap bangunan menjadi faktor penting karena harus menyesuaikan kondisi iklim dan kebutuhan penghuni. Dalam konteks proyek gentengisasi, perbandingan antara genteng dan seng menjadi sorotan utama, sementara asbes juga disebut sebagai material yang kerap digunakan sebagai penutup atap.
Pandangan Ahli Teknik Sipil tentang Kesesuaian Material Atap
Dosen Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Purwanto, menyampaikan bahwa genteng merupakan material atap yang cocok digunakan di Indonesia. Material genteng dinilai mampu beradaptasi dengan iklim tropis dan memberikan kenyamanan pada bangunan.
Kelebihan Genteng sebagai Material Atap Bangunan
Kemampuan Adaptasi dengan Iklim Tropis
Genteng berbahan tanah liat maupun keramik memiliki kemampuan beradaptasi dengan kondisi iklim tropis. Karakteristik ini membuat genteng menjadi pilihan material atap yang relevan untuk lingkungan Indonesia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
