5 Mobil yang Susah Dijual Kembali di Pasar Bekas Indonesia

Selasa 27-01-2026,17:00 WIB
Reporter : Reni Apriani
Editor : Reni Apriani

Toyota Innova secara umum dikenal sebagai MPV populer. Namun, varian bensin dengan transmisi manual justru memiliki pasar yang terbatas. Konsumen cenderung menghindari tipe ini karena konsumsi bahan bakar yang dianggap boros dan performa mesin yang kurang seimbang dengan bobot kendaraan.

Biaya Perawatan dan Nilai Ekonomis

Biaya perawatan Innova bensin manual tergolong tinggi, mulai dari harga suku cadang hingga ongkos bengkel. Di sisi lain, varian diesel menawarkan tenaga lebih baik, efisiensi bahan bakar, serta karakter mesin yang lebih disukai pasar, meskipun harga bekasnya jauh lebih mahal. Ketimpangan ini membuat versi bensin manual sulit bersaing di pasar mobil bekas.

5.Mazda: Fun to Drive dengan Konsekuensi Harga Jual Anjlok

Karakter Berkendara dan Daya Tarik Desain

Mazda dikenal sebagai merek yang menawarkan pengalaman berkendara menyenangkan di berbagai generasi. Desainnya menarik, handling presisi, dan sensasi berkendara menjadi nilai jual utama yang membedakannya dari merek lain di kelas yang sama.

Tantangan Daya Tahan dan Harga Suku Cadang

Meski unggul secara karakter, Mazda bukanlah pilihan bagi konsumen yang berorientasi pada efisiensi biaya. Suku cadang yang kurang awet dan harga part yang relatif mahal menjadi kekhawatiran utama, terutama bagi pembeli mobil bekas.

Dampak terhadap Pasar Mobil Bekas

Minimnya pasar dan tingginya biaya kepemilikan membuat harga Mazda bekas cenderung turun drastis. Kondisi ini menyulitkan proses penjualan kembali, sehingga banyak pemilik memilih untuk tetap menggunakan mobilnya daripada menghadapi penurunan nilai yang signifikan.

 

Kategori :