PASANG IKLAN ONLINE AGUSTUS

Jelang Idul Adha, Wabup Minta Disperkan Perketat Pemeriksaan Hewan Kurban

Jelang Idul Adha, Wabup Minta Disperkan Perketat Pemeriksaan Hewan Kurban

Petugas Disperkan Kabupaten Lebong saat melakukan pemeriksaan kesehatan hewan ternak Sapi.--

LEBONG.RADARLEBONG.ID - Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong mulai meningkatkan pengawasan terhadap peredaran hewan kurban di wilayahnya.

Wakil Bupati Lebong, Bambang ASB, meminta Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lebong untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh hewan kurban yang akan diperjualbelikan kepada masyarakat. 

Menurut Bambang, langkah tersebut dilakukan guna memastikan hewan yang akan disembelih dalam kondisi sehat, aman dikonsumsi, serta memenuhi syarat syariat Islam.

Pemeriksaan tersebut sebagai bentuk antisipasi meningkatnya aktivitas jual beli hewan kurban menjelang Iduladha. Sehingga pengawasan kesehatan hewan sangat penting untuk melindungi masyarakat dari risiko penyebaran penyakit hewan menular sekaligus menjaga kualitas hewan kurban yang beredar di pasaran. 

BACA JUGA:Cegah Konflik di 78 Desa, Kejari Lebong Petakan Wilayah Rawan Pilkades

"Menjelang Iduladha, permintaan hewan kurban pasti meningkat. Karena itu, kami minta Dinas Pertanian dan Perikanan turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kesehatan hewan kurban, baik sapi, kambing maupun kerbau," ujar Bambang ASB.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya sebatas pemeriksaan fisik luar hewan. Petugas diminta memastikan hewan kurban memenuhi berbagai kriteria penting, mulai dari usia hewan yang cukup, kondisi tubuh yang sehat, tidak cacat, hingga bebas dari penyakit menular berbahaya seperti penyakit mulut dan kuku (PMK), antraks, maupun penyakit lainnya yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

Bambang menegaskan, kesehatan hewan kurban menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan keamanan pangan dan kenyamanan masyarakat saat menjalankan ibadah kurban. Ia mengingatkan agar tidak ada hewan yang terindikasi sakit justru lolos pengawasan dan diperjualbelikan kepada warga.

'Jangan sampai masyarakat membeli hewan yang sakit atau cacat. Hewan kurban harus benar-benar sehat dan sesuai ketentuan," tegasnya.

Selain fokus pada pemeriksaan kesehatan hewan, Bambang juga meminta petugas di lapangan memberikan edukasi kepada para pedagang hewan kurban. Edukasi tersebut mencakup pentingnya menjaga kebersihan kandang sementara, memastikan sirkulasi udara yang baik, menjaga ketersediaan air bersih, serta memberikan pakan yang cukup kepada hewan selama berada di lokasi penjualan.

Menurut Bambang, kondisi kandang dan pola perawatan hewan turut memengaruhi kesehatan hewan kurban. Oleh sebab itu, para pedagang diminta ikut berperan aktif menjaga kualitas hewan yang dijual agar masyarakat merasa aman dan percaya terhadap hewan kurban yang tersedia di Kabupaten Lebong.

Ia menilai pengawasan yang maksimal tidak hanya bertujuan menjaga kesehatan hewan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap para pedagang lokal. Dengan adanya pemeriksaan rutin dari petugas kesehatan hewan, masyarakat diharapkan lebih tenang saat membeli hewan kurban untuk kebutuhan Iduladha.

"Jika ditemukan hewan yang sakit atau tidak layak, tentu akan kami tindak dan tidak boleh diperjualbelikan," pungkas Bambang. 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait