SPPG Klarifikasi Kasus Keracunan Massal Program MBG di Lebong: Makanan Sudah Sesuai SOP

SPPG Klarifikasi Kasus Keracunan Massal Program MBG di Lebong: Makanan Sudah Sesuai SOP

Dapur makanan bergizi program MBG di Kabupaten Lebong dipasangi police line usai kejadian dugaan keracunan massal pada pelajar.--AndrianRosipel/radarlebong

LEBONG, RADARLEBONG.ID – Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akhirnya memberikan klarifikasi terkait keracunan massal MBG di Lebong yang menimpa ratusan pelajar dari tingkat SD hingga SMP.

Dalam pernyataan resminya, SPPG menegaskan bahwa makanan yang diberikan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) telah melalui proses pengolahan sesuai standar.

Insiden keracunan massal ini terjadi pada Selasa (27/8/2025), usai para siswa mengonsumsi makanan yang dibagikan dalam program MBG di Kecamatan Lebong Sakti. 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, sebanyak 427 pelajar mengalami gejala mual, pusing, dan muntah, dan langsung dilarikan ke RSUD Lebong serta puskesmas terdekat.

BACA JUGA:Ratusan Siswa di Lebong Diduga Alami Keracunan Massal Usai Konsumsi Makanan Program MBG

Pemerintah daerah pun segera menyelidiki penyebab keracunan massal siswa di Kabupaten Lebong ini.

Dalam penjelasan resmi SPPG soal keracunan siswa MBG, Bartin Azib selaku perwakilan lembaga menegaskan bahwa makanan telah melalui uji kelayakan.

“Makanan yang kami sajikan dalam program MBG sudah mengikuti prosedur keamanan makanan sesuai SOP, bahkan sudah dicicipi petugas sebelum dibagikan,” ujar Bartin.

Ia juga menyebut bahwa beberapa bahan makanan, seperti mie dan tahu, memang dibeli dari luar, namun tetap diolah kembali oleh tim internal sebelum didistribusikan ke sekolah.

BACA JUGA:Keracunan Massal Usai Konsumsi Menu MBG, Gubernur Bengkulu Minta Penyelidikan Serius

Pihak Polres Lebong telah mengamankan sampel makanan yang dicurigai sebagai pemicu keracunan. Saat ini, uji laboratorium makanan MBG penyebab keracunan tengah dilakukan untuk memastikan apakah ada zat berbahaya dalam makanan yang dikonsumsi siswa.

“Kami masih menunggu hasil lab. Harapan kami, hasilnya bisa memperjelas situasi ini,” kata Bartin.

Bartin menegaskan, pihaknya tidak memiliki niat buruk dalam menjalankan amanah pemerintah melalui program MBG. Ia menyatakan bahwa evaluasi distribusi makanan program MBG oleh SPPG akan segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami mendukung agar program MBG tetap berjalan, tentu dengan pengawasan dan sistem yang diperbaiki. Ini program baik dari pemerintah, dan kami ingin menjaga kepercayaan itu,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: