Begini Pengakuan Oknum Pejabat Bengkulu yang Dipolisikan Nenek-Nenek di Lebong

PELAPOR : Korban , Nenek Yusnaini warga Topos diduga menjadi korban penganiayaan yang dibantah oleh oknum pejabat bengkulu.-foto: istimewa-
RADARLEBONG.ID - Akhirnya, oknum pejabat Pemprov Bengkulu, Er angkat bicara atas dugaan penganiayaan yang
telah dilaporkan secara resmi ke Polsek Rimbo Pengadang dengan korban, Yusnaini (62) warga Kelurahan Topos Kabupaten Lebong.
Dengan tegas, Oknum Pejabat, Er membantah jika dirinya melakukan penganiayaan tersebut.
"Tidak ada penganiayaan seperti yang dilaporkan itu," kata Er, kepada awak media.
BACA JUGA:Sambut 2023, Warga Lebong Banyak Teraniaya
Diceritakannya, kejadian bermula saat dirinya mendatangi Yusnaini yang saat itu tengah bekerja di sawah.
Tatkala itu, ia melihat Yusnaini mencabut bibit tanaman kayu manis yang berada di pematang sawah yang telah ditanam oleh ayahnya.
"Kemudian saya datangi dan saya hanya bertanya mengapa tanaman itu dicabut. Setelah itu, dia balik memarahi saya dan saya hanya diam saja," kata Er.
Lantas, Er pergi kembali ke rumahnya karena tak ingin mengubris perkataan nenek Yusnaini yang ternyata merupakan Kakak Kandung dari Bapaknya.
BACA JUGA:Kasus Penganiayaan Anaknya 'Buram', Ibu Asal Bengkulu Ini Ngadu ke Kedai Kopi Johny Hotman Paris
BACA JUGA:Waspada, Aksi Pemalakan dan Penganiayaan di Jalinbar Urai-Serangai
"Tidak ada pemukulan seperti yang disampaikan. Masa saya sampai memukul kakak kandung ayah saya sendiri," lanjutnya.
Meski demikian, Er memastikan jika akan segera menyelesaikan perkara ini secara kekeluargaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: