Yuk Simak , Obat Nyamuk Bakar Bahayanya 100 Kali Lipat dari Rokok

Yuk Simak , Obat Nyamuk Bakar Bahayanya 100 Kali Lipat dari Rokok

JAKARTA, radarlebong.com - Demam Berdarah tengah marak. Sebagian orang di Indonesia mungkin ada yang berniat mengusirnya, dengan menggunakan obat nyamuk bakar. Namun tahukah Anda, obat nyamuk bakar tidaklah dianjurkan ahli, khususnya untuk penggunaan di dalam ruangan, apalagi saat tidur. Mengapa demikian, alasannya adalah kesehatan manusianya itu sendiri. Perlu disadari, obat nyamuk bakar pada faktanya mengandung akan beberapa bahan kimia berbahaya. DEET adalah salah satunya. Bahan kimia ini terdaftar sebagai pestisida, dan merupakan pengusir serangga terampuh yang ada di pasaran. DEET sendiri diangggap sebagai zat yang terbilang aman, dan penggunaannya sudah mendapatkan ijin dari Environmental Protection Agency (EPA). Namun ketika bicara obat nyamuk bakar, bahayanya adalah terletak pada Octachlorodipropylether (S-2). Ketika terhirup manusia, bahayanya adalah risiko kanker paru-paru, karena sifatnya yang karsinogenik. Tidak berhenti di situ, obat nyamuk bakar juga membawa senyawa lain lewat proses pembakarannya. Aldehydes, formaldehydes dan beberapa partikel seperti, benzene, benzo pyrene, benzo fluoranthene, dan lainnya ikut terangkut dan terhirup paru-paru manusia. Dan yang perlu diingat di sini, penggunaannya juga seringkali digunakan orang di dalam ruangan, terlebih untuk tidur di malam hari. Baca Juga : Murah Meriah, Ini Resep Jagung Bakar Maknyus Malam Tahun Baru Alhasil, mereka di atas pada akhirnya terekspos pada berbagai bahan kimia, yang berpotensi menyusup masuk hingga bagian alveolar paru-paru manusia. Sementara itu menurut sebuah studi yang dilakukan Chest Research Foundation, kerusakan yang disebabkan setiap batang obat nyamuk bakar, setara dengan kerusakan yang disebabkan oleh 100 batang rokok. Menurut ahli, ketimbang menggunakan obat ini, penggunaan essential oil lebih dianjurkan untuk alasan kesehatan. Selain menggunakan essential oil, yang tidak kalah pentingnya adalah tentunya menerapkan gaya hidup bersih dan sehat. Agar Anda dan keluarga, terlebih buah hati, terhindar dari risiko DBD, maka rajin-rajinlah mempraktekan 3M. 3M sendiri adalah kependekan dari Menguras, Menutup dan Mengubur. Menurut ahli, tidak ada langkah yang lebih ampuh memerangi DBD, daripada penerapan 3M di masyarakat.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: