PASANG IKLAN ONLINE AGUSTUS

Prilly Latuconsina Klarifikasi Setelah Kontroversi Unggahan “Open to Work”

Prilly Latuconsina Klarifikasi Setelah Kontroversi Unggahan “Open to Work”

Prilly Latuconsina Klarifikasi Setelah Kontroversi Unggahan “Open to Work”--

RADARLEBONG.ID-Aktris dan pengusaha muda Prilly Latuconsina kembali menjadi sorotan publik setelah unggahan “Open to Work” di akun LinkedIn miliknya menimbulkan perdebatan di media sosial, termasuk LinkedIn dan X (Twitter).

Unggahan itu, yang ternyata bagian dari kampanye iklan produk pasta gigi, dianggap oleh sebagian warganet kurang sensitif terhadap situasi para pencari kerja di tengah persaingan ketenagakerjaan yang ketat.

Respons publik muncul dengan cepat. Banyak komentar menyatakan bahwa penggunaan fitur Open to Work oleh figur publik bisa menimbulkan persepsi keliru dan dinilai mengesampingkan realitas para jobseeker yang benar-benar membutuhkan pekerjaan.

Permintaan Maaf Terbuka dari Prilly

Menanggapi reaksi tersebut, Prilly mengunggah video klarifikasi berisi permintaan maaf langsung. Ia menyatakan bahwa dampak dari unggahan itu berada di luar perkiraannya.

“Aku minta maaf dengan tulus kalau apa yang terjadi telah menimbulkan rasa nggak nyaman atau kesalahpahaman. Ini sama sekali bukan hal yang ingin aku ciptakan,” ujar Prilly dengan nada tenang.

Ia menambahkan bahwa ia memahami publik yang merasa terganggu, terutama para pencari kerja yang tengah menghadapi situasi sulit.

“Aku sadar posisiku dan pengalaman hidupku tidak sama dengan semua orang. Dan aku mengerti kenapa hal ini bisa terasa menyakitkan bagi sebagian pihak,” ungkapnya.

Beberapa warganet memberi apresiasi atas sikap terbuka Prilly, menilai langkahnya sebagai usaha positif untuk meredakan ketegangan.

Penjelasan Maksud Unggahan dan Klarifikasi soal Jobseeker

Prilly kemudian menjelaskan bahwa penggunaan fitur “Open to Work” dimaksudkan sebagai bagian dari strategi kolaborasi profesional lintas industri, bukan untuk mencari pekerjaan secara pribadi.

“Ini bukan dimaksudkan untuk mengambil kesempatan siapapun, melainkan sebagai bagian dari proses belajarku dan upayaku untuk terus bertumbuh,” katanya.

Ia menambahkan bahwa sebagai talenta kreatif, ia terbiasa mengeksplorasi berbagai bidang baru, dan LinkedIn merupakan salah satu platform yang ia pakai untuk memperluas jejaring profesional. Dalam kampanye iklan tersebut, fitur itu digunakan sebagai materi promosi, namun ia mengakui pendekatan itu menimbulkan efek yang tidak diharapkan.

Akun LinkedIn Sempat Hilang, Ini Penjelasan Prilly

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: