Penyebab Serangan Jantung di Usia Muda yang Perlu Diwaspadai
ilustrasi --
RADARLEBONG.ID-Serangan jantung selama ini sering dianggap sebagai penyakit yang lebih banyak dialami oleh orang lanjut usia. Namun, anggapan tersebut kini tidak sepenuhnya tepat.
Serangan jantung di usia muda juga dapat terjadi, terutama ketika seseorang memiliki faktor risiko tertentu dan menjalani gaya hidup yang kurang sehat.
Penyebab serangan jantung di usia muda cukup beragam, mulai dari pola makan yang tidak sehat, kurang bergerak, stres, kebiasaan merokok, hingga faktor genetik. Sejumlah kondisi seperti tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol yang tinggi juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner.
Memahami penyebab serangan jantung di usia muda penting dilakukan agar seseorang dapat mengenali faktor risikonya sejak dini. Dengan menerapkan pola hidup sehat, risiko gangguan pada jantung dapat ditekan dan kesehatan jantung dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
BACA JUGA:Cara Mengatur Jam Tidur yang Berkualitas untuk Penderita Asam Urat
1. Sering Mengonsumsi Makanan Tinggi Garam dan Lemak Jenuh
Salah satu penyebab serangan jantung di usia muda yang perlu diperhatikan adalah kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam dan lemak jenuh. Makanan cepat saji, makanan instan, serta berbagai makanan olahan sering kali mengandung garam dan lemak dalam jumlah tinggi.
Jika dikonsumsi terlalu sering, makanan tersebut dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol tinggi. Kedua kondisi tersebut merupakan faktor yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan pembuluh darah dan jantung.
Tekanan darah tinggi membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menyebabkan perubahan pada otot jantung dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
Sementara itu, kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak pada dinding pembuluh darah. Jika pembuluh darah yang menuju jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan, aliran darah ke otot jantung dapat terganggu dan meningkatkan risiko serangan jantung.
2. Kurang Bergerak Akibat Terlalu Bergantung pada Teknologi
Kemajuan teknologi memang memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, penggunaan teknologi secara berlebihan juga dapat membuat seseorang menjadi kurang aktif secara fisik.
Anak muda saat ini dapat menghabiskan waktu berjam-jam menggunakan ponsel, bermain gim online, menonton video, atau berselancar di media sosial. Aktivitas tersebut sering dilakukan sambil duduk dalam waktu lama.
Kemudahan seperti transportasi online dan layanan pesan antar makanan juga membuat seseorang semakin jarang berjalan kaki atau melakukan aktivitas fisik. Jika berlangsung terus-menerus, kurang bergerak dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan metabolik yang berhubungan dengan penyakit jantung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
