New Mitsubishi Xpander 2026 Diprediksi Lebih Murah dan Kembali Panen Raya
New Mitsubishi Xpander 2026 Diprediksi Lebih Murah dan Kembali Panen Raya-foto :tangkapan layar/youtube-
RADARLEBONG.ID-Prediksi Mitsubishi Xpander 2026 semakin murah berkat insentif pemerintah. Peluang Xpander Hybrid dan Xpander Cross Hybrid masuk Indonesia, strategi harga, dampak PPNBM, serta persaingan dengan mobil hybrid Toyota dan Suzuki.
Tekanan Mitsubishi Destinator terhadap Pasar Xpander dan Xpander Cross
Kehadiran Mitsubishi Destinator disebut telah menggerus pasar Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross dalam waktu singkat.
Dengan rentang harga yang tinggi, model ini mengambil sebagian konsumen yang sebelumnya melirik Xpander, terutama di segmen menengah ke atas. Namun kondisi tersebut justru diprediksi bersifat sementara, karena Xpander dan Xpander Cross memiliki positioning berbeda yang lebih dekat dengan kebutuhan pasar massal Indonesia.
BACA JUGA:Toyota Kijang Super 2026 vs Xpander: Transformasi MPV Legendaris dengan Teknologi Masa Depan
Momentum Kebangkitan Mitsubishi Xpander di Awal 2026
Awal tahun 2026 diramalkan menjadi momentum penting bagi Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross. Model ini dinilai sudah cukup lama beredar sejak pertama kali hadir sekitar 2016–2017 dan selama ini hanya mendapatkan pembaruan berupa facelift. Meski belum mengalami pembaruan total atau all new generation, desain Xpander masih dianggap paling menarik di kelas LMPV, sementara Xpander Cross tetap relevan sebagai low SUV dengan karakter kuat.
Daya Tarik Desain Xpander dan Xpander Cross di Kelasnya
Hingga generasi terakhir, Mitsubishi Xpander dinilai memiliki tampilan paling modern dan proporsional di segmen LMPV. Sementara itu, Xpander Cross menempati ceruk low SUV dengan karakter tangguh namun tetap nyaman untuk penggunaan harian. Keunggulan desain ini menjadi salah satu alasan mengapa keduanya masih memiliki basis konsumen loyal dan potensi penjualan besar.
Restrukturisasi Insentif Pemerintah untuk Kendaraan di Indonesia
Pemerintah dikabarkan akan melakukan restrukturisasi insentif kendaraan bermotor di Indonesia. Skema baru ini tidak hanya menyasar mobil listrik, tetapi juga kendaraan dengan mesin pembakaran internal dan hybrid. Fokus utama kebijakan ini adalah peningkatan TKDN serta mendorong produksi dan perakitan kendaraan di dalam negeri.
Skema Insentif untuk Mobil Mesin Konvensional dan Hybrid
Dalam wacana insentif tersebut, kendaraan bermesin pembakaran internal dengan harga tertentu disebut berpeluang mendapatkan dukungan fiskal. Sementara itu, mobil hybrid electric vehicle dengan harga di bawah ambang batas tertentu berpotensi memperoleh insentif lebih besar. Insentif ini mencakup pengurangan beban pajak seperti PPNBM yang selama ini menjadi komponen harga cukup tinggi.
Posisi Harga Mitsubishi Xpander Non-Hybrid Saat Ini
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
