Rupiah Perkasa Menguat ke Rp 16.759 per Dolar AS di Pasar Spot
ilustrasi Rupiah Perkasa Menguat ke Rp 16.759 per Dolar AS di Pasar Spot-foto :tangkapan layar/youtube-
RADARLEBONG.ID-Rupiah menguat ke Rp 16.759 per dolar AS di pasar spot, didorong pelemahan indeks dolar dan sentimen positif pasar Asia, dengan mayoritas mata uang regional ikut menguat.
Nilai Tukar Rupiah Menguat Signifikan di Akhir Perdagangan
Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat pada level Rp 16.759 per dolar Amerika Serikat. Penguatan ini setara dengan kenaikan sekitar 0,24 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp 16.800 per dolar AS.
Pergerakan positif ini menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan pelaku pasar terhadap mata uang rupiah di tengah dinamika global.
BACA JUGA:Harga Emas Dunia OTW USD10.000 per Troy Ounce, Prediksi Dedolarisasi Makin Terbukti
Perbandingan Pergerakan Rupiah dengan Mata Uang Asia
Di kawasan Asia, mayoritas mata uang menunjukkan tren penguatan terhadap dolar Amerika Serikat. Yuan Cina mencatat penguatan terbesar, disusul oleh dolar Taiwan. Rupiah berada di jajaran mata uang yang menguat bersama yen Jepang, ringgit Malaysia, rupee India, dolar Singapura, hingga baht Thailand. Kondisi ini menandakan sentimen regional yang cenderung positif terhadap mata uang Asia.
Mata Uang Asia yang Mengalami Pelemahan
Di sisi lain, tidak semua mata uang Asia bergerak searah. Peso Filipina, won Korea, dan dolar Hong Kong tercatat mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat. Perbedaan kinerja antar mata uang ini mencerminkan faktor domestik dan eksternal yang memengaruhi masing-masing pasar keuangan.
Pelemahan Indeks Dolar Amerika Serikat
Indeks dolar Amerika Serikat yang merefleksikan kekuatan greenback terhadap mata uang utama dunia berada di level 97,61. Angka ini turun dibandingkan posisi hari sebelumnya di level 97,70. Penurunan indeks dolar menjadi salah satu faktor utama yang mendorong penguatan rupiah dan mata uang Asia lainnya.
Sentimen Pasar Asia Dorong Penguatan Rupiah
Penguatan rupiah sejalan dengan pelemahan indeks dolar serta sentimen positif yang berkembang di pasar Asia pada sesi perdagangan sore. Kondisi ini mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap stabilitas ekonomi regional serta peluang arus modal yang lebih kondusif ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
