Kemenag Lebong Agendakan Safari Ramadhan ke 73 Masjid
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Malvinas RBNS, S.IP., M.Pd.-foto :adrian roseple/radarlebong-
LEBONG.RADARLEBONG.ID- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebong kembali mengagendakan kegiatan Safari Ramadhan 1447 Hijriah tahun 2026 dengan menyasar 73 masjid yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Lebong.
Program tahunan ini menjadi salah satu upaya mempererat tali silaturahmi antara jajaran Kemenag dengan masyarakat, sekaligus meningkatkan pemahaman serta ketaqwaan umat Islam selama bulan suci Ramadhan.
Kepala Kemenag Lebong, Arief Azizi, S.Ag., M.H., melalui Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Malvinas RBNS, S.IP., M.Pd., menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah mematangkan jadwal pelaksanaan Safari Ramadhan agar kegiatan dapat berjalan optimal dan menjangkau seluruh wilayah secara merata.
"Seperti tahun-tahun sebelumnya, Kemenag Lebong kembali melaksanakan Safari Ramadhan. Saat ini kami sedang dalam tahap finalisasi jadwal. Rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan di 73 masjid yang tersebar di seluruh Kabupaten Lebong," ujar Malvinas.
BACA JUGA:Sidang Isbat: 1 Ramadan 2026 Resmi Dimulai Kamis 19 Februari
Ia menjelaskan, dari 93 desa dan 11 kelurahan yang ada di Kabupaten Lebong, telah ditentukan 73 masjid sebagai lokasi kunjungan tim Safari Ramadhan. Penentuan masjid dilakukan dengan mempertimbangkan pemerataan wilayah serta keterjangkauan akses masyarakat.
Safari Ramadhan nantinya akan melibatkan seluruh jajaran di lingkungan Kemenag Lebong, mulai dari Kantor Urusan Agama (KUA) di setiap kecamatan, kepala madrasah, guru madrasah, hingga para penyuluh agama Islam. Dengan pelibatan lintas unsur tersebut, diharapkan pesan-pesan keagamaan dapat tersampaikan secara lebih luas dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
"Kegiatan ini bukan hanya sekadar kunjungan, tetapi juga menjadi ajang pembinaan dan penguatan nilai-nilai keagamaan. Kami ingin kehadiran Kemenag benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Safari Ramadhan akan diisi dengan berbagai kegiatan, seperti tausiyah keagamaan, dialog interaktif, pembinaan keluarga sakinah, sosialisasi program keagamaan, serta ajakan untuk meningkatkan kepedulian sosial di bulan suci. Selain itu, tim juga akan menyampaikan informasi terkait layanan keagamaan, seperti pencatatan nikah, zakat, wakaf, serta program pendidikan madrasah.
Menurut Malvinas, Safari Ramadhan juga menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menjaga kerukunan umat beragama di Kabupaten Lebong. Ia menilai, bulan Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, toleransi, dan gotong royong di tengah masyarakat.
"Melalui Safari Ramadhan, kami berharap masyarakat semakin memahami ajaran agama secara komprehensif, meningkatkan kualitas ibadah, serta mampu menjaga diri dari hal-hal yang dapat mengurangi nilai puasa," tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk menyambut bulan suci dengan penuh kesiapan, baik secara spiritual maupun sosial. Menurutnya, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperbaiki diri, mempererat hubungan dengan sesama, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Terkait penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah, Malvinas menegaskan bahwa pihaknya tetap menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Keputusan tersebut nantinya akan menjadi pedoman resmi dalam menentukan awal puasa bagi umat Islam di Indonesia.
"Kepastian 1 Ramadhan 1447 H masih menunggu hasil sidang isbat yang dipimpin oleh Menteri Agama RI. Kami mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan resmi pemerintah," tutupnya. (wlk)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
