Meski Berstatus Sakit, PDAM Lebong Pastikan Air Bersih Aman Jelang Ramadan
PDAM Lebong Pastikan Air Bersih Aman Jelang Ramadan--
LEBONG.RADARLEBONG.ID - Permasalahan ketersediaan air bersih masih menjadi tantangan klasik yang dihadapi masyarakat Kabupaten Lebong.
Meski Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tebo Emas (TTE) Kabupaten Lebong saat ini berstatus "sakit" berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), manajemen PDAM menegaskan komitmennya untuk tetap menjamin penyaluran air bersih kepada masyarakat, khususnya menjelang bulan suci Ramadan 2026.
Direktur PDAM TTE Kabupaten Lebong, Wilyan Bachtiar, mengatakan bahwa keterbatasan anggaran dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lebong menjadi salah satu tantangan utama dalam menjalankan operasional perusahaan. Meski demikian, PDAM tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal demi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih.
Menurut Wilyan, usulan pengadaan sebanyak 6.000 unit water meter yang diajukan kepada pemerintah daerah untuk tahun anggaran 2026 tidak diakomodir. Kondisi tersebut berdampak langsung pada kemampuan perusahaan dalam meningkatkan cakupan pelayanan dan optimalisasi pendapatan. Akibatnya, PDAM TTE harus menyusun skema keuangan secara mandiri agar operasional tetap berjalan.
BACA JUGA:Jelang Akhir Tahun, Tersangka Kasus PPPK dan PDAM Belum Ditetapkan, Ini Kata Kajari
"Sebagai langkah penyelamatan pelayanan, kami terpaksa menunda pembayaran gaji karyawan PDAM pada Januari hingga Februari 2026. Kebijakan ini diambil agar distribusi air bersih kepada masyarakat tidak terganggu," ungkap Wilyan.
Ia menambahkan, status "sakit" yang saat ini disandang PDAM TTE merupakan hasil audit BPK tahun 2024. Pihaknya masih terus berupaya melakukan pembenahan di berbagai sektor, baik administrasi, keuangan, maupun teknis, dengan harapan pada tahun 2026 status tersebut dapat meningkat menjadi "kurang sakit".
Di tengah tekanan kondisi keuangan, PDAM TTE tetap memprioritaskan perbaikan infrastruktur air bersih. Sejumlah sumber mata air telah dilakukan pembenahan dan optimalisasi, meliputi wilayah Kecamatan Topos, Rimbo Pengadang, Lebong Sakti, Lebong Selatan, Lebong Utara, serta Kecamatan Amen dan Lebong Atas.
Tidak hanya fokus pada perbaikan fisik, PDAM TTE juga memastikan adanya upaya penambahan debit air serta peningkatan kualitas air di daerah-daerah yang sebelumnya sering mengalami kekeringan dan kondisi air keruh. Langkah ini dilakukan untuk menjamin air yang disalurkan layak digunakan oleh masyarakat.
Wilyan menegaskan bahwa seluruh upaya tersebut merupakan bentuk tanggung jawab PDAM TTE sebagai badan usaha milik daerah yang bergerak di bidang pelayanan publik. Menurutnya, kebutuhan air bersih menjadi sangat krusial menjelang Ramadan, mengingat meningkatnya aktivitas masyarakat, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun keperluan ibadah.
"Walaupun banyak keterbatasan, kami berkomitmen untuk tetap melayani masyarakat. Harapan kami, dengan berbagai pembenahan yang dilakukan, pelayanan air bersih di Kabupaten Lebong dapat terus membaik dan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan 2026 dengan nyaman," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
