4 Penyebab Nyeri Leher Setelah Naik Motor dan Cara Mengatasinya

Rabu 21-10-2026,10:21 WIB
Reporter : Miya Diosi
Editor : Reni Apriani

Pengendara disarankan merencanakan waktu istirahat secara berkala sebelum rasa sakit bertambah berat. Saat berhenti di tempat aman, tubuh dapat digerakkan ringan atau digunakan untuk berjalan santai agar posisi otot berubah.

 

Getaran berlebih dari motor serta kondisi jalan yang tidak rata juga dapat menambah ketidaknyamanan di area leher dan bahu. Jika motor terasa bergetar tidak biasa, kondisi ban, roda, suspensi, serta komponen terkait perlu diperiksa sebelum melanjutkan perjalanan jauh.

 

3. Helm dan kondisi tubuh sebelum berangkat

 

Helm motor yang terlalu berat, terlalu longgar, atau terlalu sempit dapat menambah tekanan dan ketidaknyamanan selama perjalanan. Helm longgar berpotensi bergerak berlebihan, sedangkan helm sempit dapat menekan area kepala.

 

Pilih helm yang memenuhi standar keselamatan, sesuai ukuran kepala, dan terpasang dengan benar. Perlindungan tetap tidak boleh dikorbankan hanya untuk mencari helm yang terasa lebih ringan.

 

Nyeri leher setelah berkendara juga dapat dipengaruhi kondisi tubuh sebelum perjalanan dimulai. Posisi tidur yang kurang nyaman, bekerja lama di depan komputer, atau kebiasaan menunduk saat menggunakan ponsel dapat membuat otot leher sudah tegang terlebih dahulu.

 

Langkah mengurangi keluhan

 

Istirahatkan leher dan bahu setelah perjalanan, serta hindari aktivitas yang mengharuskan leher menoleh berulang kali.

Gunakan kompres hangat pada leher dan bahu selama sekitar 15–20 menit dengan suhu yang nyaman.

Kategori :