4 Penyebab Nyeri Leher Setelah Naik Motor dan Cara Mengatasinya
Nyeri Leher-tangkapan layar -
RADARLEBONG.ID - Nyeri leher setelah naik motor kerap muncul setelah perjalanan jauh, menghadapi kemacetan, atau berkendara di jalan yang tidak rata.
Keluhan ini dapat membuat leher kaku, bahu menegang, dan gerakan menoleh terasa tidak nyaman.
Kondisi tersebut tidak selalu sekadar pegal biasa karena dapat dipengaruhi posisi berkendara, perlengkapan yang digunakan, hingga masalah pada otot atau saraf.
Pengendara perlu memperhatikan pola munculnya nyeri dan gejala lain yang menyertainya.
BACA JUGA:Sarapan Oat Tiap Hari untuk Jaga Kadar Kolesterol Tanpa Tersiksa
1. Posisi kepala dan bahu saat berkendara
Posisi kepala yang terlalu menunduk atau condong ke depan membuat otot leher bekerja lebih keras untuk menopang kepala. Situasi ini lebih mungkin terjadi apabila posisi setang tidak sesuai dengan postur tubuh atau pengendara terlalu lama membungkuk. Usahakan kepala berada pada posisi netral dengan pandangan tetap mengarah ke jalan. Bahu juga perlu dijaga agar tidak terus terangkat dan tegang saat menghadapi lalu lintas padat.
Ketegangan bahu dapat muncul ketika pengendara mencengkeram setang terlalu kuat atau harus menjangkau setang secara berlebihan. Posisi siku yang sedikit menekuk dapat membantu menjaga tubuh lebih rileks, selama kendali motor tetap aman.
2. Durasi perjalanan dan kondisi kendaraan
Berkendara dalam waktu lama tanpa jeda membuat kepala, leher, dan bahu bertahan pada posisi yang sama. Otot dapat menjadi lelah dan kaku, terutama saat perjalanan touring berlangsung berjam-jam.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
