3 Kekurangan Motor Listrik dari Baterai hingga Sensor Rem Eror

Kamis 01-10-2026,12:08 WIB
Reporter : Miya Diosi
Editor : Reni Apriani

 

RADARLEBONG.ID - Sepeda motor listrik semakin diminati sebagai pilihan mobilitas harian, terutama ketika harga bahan bakar minyak tidak menentu.

Kemudahan pengisian daya di rumah dan biaya perawatan yang dinilai lebih ringan menjadi pertimbangan banyak pengguna.

Namun, penggunaan jangka panjang menunjukkan sejumlah hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli kendaraan elektrifikasi roda dua.

Usia pakai baterai, penurunan harga jual kembali, serta gangguan pada komponen elektronik menjadi beberapa catatan dari pemilik kendaraan.

BACA JUGA:Harga Yamaha Lexi LX 155 2026 Mulai Rp27,85 Juta, Ini Keunggulannya

Calon pengguna perlu memahami bahwa jenis baterai dapat memengaruhi daya tahan, jarak tempuh, dan biaya perawatan kendaraan. Penggantian komponen tertentu juga dapat membutuhkan dana tambahan di luar biaya pembelian motor. Salah satu perhatian utama terdapat pada motor listrik yang masih memakai baterai Sealed Lead Acid atau Baterai SLA. Baterai jenis ini disebut memiliki performa dan masa pakai yang lebih terbatas dibandingkan pilihan baterai lain.

 

Randy Waluya, pemilik Yadea E8s Pro keluaran 2023, awalnya memilih kendaraan tersebut dengan mempertimbangkan klaim jarak tempuh hingga 100 km. Ia memperkirakan jarak itu masih memadai untuk kebutuhan pulang-pergi sekitar 60 km. Setelah digunakan, Randy mengetahui bahwa jenis baterai pada motornya memiliki keterbatasan. Memasuki bulan ke-15 pemakaian, baterai kendaraan tersebut mengalami pembengkakan.

 

"Bulan ke-15 baterai saya kembung, antre satu bulan untuk diganti baterai baru dengan tipe yang sama. Kalau dijual pada saat itu, memang harga motor listrik depresiasinya luar biasa," lanjut Randy.

 

Pengalaman itu memperlihatkan bahwa ketersediaan penggantian baterai juga dapat memengaruhi penggunaan kendaraan sehari-hari. Waktu tunggu penggantian membuat pemilik perlu mempertimbangkan kesiapan layanan dan suku cadang.

 

Selain itu, nilai jual kembali menjadi salah satu aspek yang diperhitungkan pemilik motor listrik. Randy menilai depresiasi harga kendaraan listriknya berlangsung cukup besar ketika baterai mulai bermasalah. Untuk meningkatkan performa dan jarak tempuh, Randy kemudian mengganti baterai dengan Baterai LFP atau Lithium Iron Phosphate. Ia juga mengganti controller bawaan dengan komponen purna jual agar potensi tenaga motor dapat digunakan lebih maksimal.

Kategori :