Bagi konsumen yang melakukan pemesanan lebih awal, mobil itu dijadwalkan akan didistribusikan mulai Agustus 2026.
Dari sisi spesifikasi, Leapmotor B10 dibangun di atas platform LEAP 3.5 yang mengadopsi teknologi Cell-to-Chassis (C2C).
Teknologi ini mengintegrasikan baterai langsung dengan struktur bodi kendaraan, sehingga diklaim mampu meningkatkan efisiensi ruang kabin sekaligus memberikan karakter pengendalian yang lebih baik.
SUV listrik tersebut dibekali dengan baterai berkapasitas 67,1 kWh.
Berdasarkan pengujian internal perusahaan, Leapmotor B10 mampu menempuh jarak hingga 516 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Sementara itu, menurut standar pengujian Worldwide Harmonised Light Vehicle Test Procedure (WLTP), jarak tempuhnya mencapai sekitar 434 kilometer.
Selain itu, SUV ini juga menawarkan bagasi berkapasitas besar serta fitur Persona Panel Dashboard, sebuah panel multifungsi yang dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan maupun menggantung berbagai barang agar mudah dijangkau penumpang.
Dengan kombinasi harga yang kompetitif dan spesifikasi yang cukup menjanjikan, Leapmotor B10 berpotensi menjadi salah satu pemain baru yang diperhitungkan di pasar kendaraan listrik Indonesia.