RADARLEBONG.ID - Lahan yang sempat kebanjiran sering menjadi tantangan tersendiri bagi petani cabai.
Apalagi jika lokasi tanam berada di sela-sela tanaman tahunan seperti kelapa, sengon, atau tanaman perkebunan lainnya yang membuat sinar matahari terbatas.
Kondisi seperti ini dapat menyebabkan tanah menjadi lebih asam, akar tanaman sulit berkembang, dan pertumbuhan cabai menjadi kurang optimal.
Menurut pengalaman Kang Arif, petani cabai dari Pandeglang, Banten, kunci utama agar tanaman tetap aman setelah lahan kebanjiran adalah memperbaiki kondisi tanah terlebih dahulu, terutama pH tanah.
BACA JUGA:Cara Mencegah Serangan Virus Kuning pada Cabai Rawit
Tanpa pH yang sesuai, pupuk yang diberikan sering kali tidak dapat diserap maksimal oleh tanaman.
Mengapa pH Tanah Turun Setelah Kebanjiran?
Saat lahan terendam hingga mencapai pangkal batang, banyak unsur hara yang larut dan hanyut bersama air. Selain itu, kondisi tanah yang terlalu lama jenuh air menyebabkan oksigen di dalam tanah berkurang. Aktivitas mikroorganisme tanah menjadi terganggu dan berbagai senyawa yang bersifat asam dapat terbentuk. Akibatnya, pH tanah cenderung turun dan menjadi lebih masam. Pada kondisi ini, akar tanaman sulit menyerap unsur hara penting seperti fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium. Tidak heran jika tanaman terlihat kerdil, daun menguning, dan pertumbuhannya lambat. Di lahan Kang Arif, kondisi ini semakin menantang karena intensitas cahaya matahari hanya sekitar 4 jam per hari, yaitu antara pukul 11.00 hingga 14.00. Kelembaban udara tinggi dan sinar matahari yang terbatas membuat tanaman lebih mudah mengalami stres.
Cara Menaikan Ph Tanah Pasca Banjir
Lahan milik Kang Arif ini memang sangat menantang, dekat Sungai besar yang pasti apabila diguyur hujan air Sungai meluap.