Total penghematan hasil perhitungan Juhara bisa mencapai Rp 32 juta.
“Dengan produksi per hektar sebanyak 40 ton maka penghematan biaya tersebut menjadi keuntungan tambahan bagi saya," ujarnya.
Dihubungi terpisah, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Tommy Nugraha mengatakan, prospek agribisnis hortikultura sangat menjanjikan, namun perlu kegigihan dan strategi untuk memperoleh keuntungan yang tinggi.
"Tidak hanya untung pada saat harga jual tinggi, namun pada harga jual normal petani bisa tetap untung," kata pria yang akrab disapa Tommy tersebut.
Menurut Tommy, strategi yang dilakukan petani tomat guna menghasilkan output sebesar-besarnya dengan input seminimal mungkin bisa terus dikembangkan.
Pihaknya berharap semakin petani yang memiliki pola pikir seperti itu, sehingga produk sayuran yang dihasilkannya lebih berdaya saing baik kualitas maupun harganya.
"Penting bagi petani untuk mengupayakan agar ada efisiensi biaya produksi sehingga keuntungan yang diperolehnya menjadi lebih tinggi," kata Tommy.