Kebijakan penambahan nilai TKA ini dirancang untuk memberi ruang lebih luas bagi siswa-siswi yang memiliki prestasi akademik unggul. Melalui skema ini, calon peserta didik yang potensial berkesempatan besar untuk mendaftar ke sekolah impian di luar wilayah domisili asalnya.
Masyarakat pun diimbau untuk cermat mempersiapkan segala dokumen persyaratan sejak dini dan mengikuti lini masa yang ada. Sirmanto juga mengingatkan warga agar tidak tergiur oleh bujuk rayu oknum yang menjanjikan kelulusan instan.
"Jika ada sekolah yang curang dalam pelaksanaan SPMB segera laporkan, kami pastikan akan diberikan sanksi tegas," tegasnya.
Demi menjamin sterilitas dan kelancaran proses di lapangan, Pemkab Lebong telah merampungkan pembentukan Tim Pelaksana SPMB Kabupaten yang diisi oleh lintas sektor, di samping kepanitiaan internal di setiap satuan pendidikan.
Struktur tim ini diperkuat langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati selaku pelindung, Sekretaris Daerah dan Asisten Pemerintahan sebagai pengarah, unsur Dinas Dikbud, pengawas sekolah, ketua MKKS dan K3S, Dinas Sosial, hingga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Tim gabungan ini mengemban tugas mulai dari sosialisasi, pendampingan, verifikasi data, monitoring, hingga penanganan aduan.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu. Seluruh proses seleksi dilakukan berdasarkan aturan dan diawasi secara ketat. Jika menemukan indikasi pelanggaran, segera laporkan kepada panitia atau Dinas Pendidikan," ungkapnya.
Jadwal Lengkap Tahapan SPMB 2026/2027 di Kabupaten Lebong:
Pendaftaran Calon Murid Baru: 22 Juni – 27 Juni 2026
Tahap Verifikasi Data Dokumen: 29 Juni – 30 Juni 2026
Penetapan Murid Baru (Rapat Dewan Guru): 1 Juli 2026
Pengumuman Hasil Kelulusan SPMB: 1 Juli – 4 Juli 2026
Pelaporan Hasil Kelulusan ke Dinas Dikbud: 6 Juli 2026
Pendaftaran Ulang Siswa Baru: 6 Juli – 11 Juli 2026
Pemetaan Siswa yang Belum Diterima: 7 Juli – 8 Juli 2026
Kendati jadwal utama telah tersusun rapi, Dinas Dikbud memberikan sedikit fleksibilitas operasional bagi panitia lokal di tingkat satuan pendidikan.
"Masing masing sekolah dapat menyesuaikan jadwal setiap tahapan SMPB sesuai dengan kondisi sekolah masing masing," singkatnya.