Warga Pinggir Sungai Ketahun Lebong Cemas, Abrasi Ancam Permukiman

Kamis 14-05-2026,16:56 WIB
Reporter : Adrian Roseple
Editor : Reni Apriani

LEBONG.RADARLEBONG.ID - Kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Ketahun di Kabupaten Lebong hingga kini masih memprihatinkan pascabanjir besar yang terjadi pada 7 Mei 2026 lalu.

Derasnya arus sungai yang belum sepenuhnya surut menyebabkan sejumlah titik bantaran sungai mengalami abrasi cukup parah.

Bahkan di Desa Pangkalan, Kecamatan Uram Jaya, kerusakan bronjong penahan arus sungai mengakibatkan bagian belakang rumah salah seorang warga amblas dan terseret aliran air.

Peristiwa tersebut menimbulkan kekhawatiran besar bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Ketahun.

BACA JUGA:Sambut Idul Adha 2026, Kemenag Lebong Siapkan 7 Ekor Sapi Kurban

Pasalnya, banyak rumah warga dibangun tidak jauh dari bibir sungai sehingga rawan terdampak longsor susulan jika debit air kembali meningkat. Kondisi itu diperparah dengan rusaknya bronjong penahan arus yang sebelumnya berfungsi melindungi permukiman warga dari gerusan sungai.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kerusakan bronjong terjadi pada 12 Mei 2026 akibat kuatnya arus sungai setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu. Arus yang deras membuat struktur bronjong tidak mampu menahan tekanan air sehingga material penahan ikut terseret.

Akibatnya, tanah di sekitar pondasi rumah warga mengalami pengikisan hingga menyebabkan longsor di bagian belakang bangunan.

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi aliran Sungai Ketahun masih cukup besar dan keruh. Warga mengaku cemas setiap kali hujan turun karena khawatir debit sungai kembali meningkat dan memicu longsor lanjutan. Sejumlah warga bahkan mulai memindahkan barang-barang berharga mereka ke tempat yang lebih aman sebagai langkah antisipasi apabila kondisi semakin memburuk.

Pjs Kepala Desa Pangkalan, Ferry Amandika, mengatakan pihak desa berharap adanya langkah cepat dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk menangani kerusakan tersebut. Menurutnya, jika tidak segera dilakukan penanganan darurat, abrasi sungai berpotensi semakin meluas dan mengancam puluhan rumah warga lainnya yang berada di sepanjang bantaran Sungai Ketahun.

"Kami berharap ada gerak cepat dari pihak terkait karena kondisi arus sungai sampai sekarang masih cukup besar. Jika hujan kembali turun deras, kami khawatir terjadi longsor susulan yang bisa mengancam lebih banyak rumah warga," ujar Ferry.

Ia menjelaskan, selama ini masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai memang sangat bergantung pada keberadaan bronjong sebagai penahan arus.

Namun setelah rusak diterjang banjir beberapa waktu lalu, perlindungan terhadap permukiman warga menjadi sangat minim. Oleh sebab itu, warga meminta adanya pembangunan penahan tebing yang lebih kuat dan permanen agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.

"Selain mengancam rumah penduduk, abrasi Sungai Ketahun juga dikhawatirkan dapat merusak fasilitas lingkungan lainnya seperti akses jalan desa dan lahan pertanian milik warga," ungkapnya. 

Menurutnya, jika kondisi tersebut terus dibiarkan, kerugian masyarakat diperkirakan akan semakin besar, baik dari sisi ekonomi maupun keselamatan jiwa. Oleh sebab itu, masyarakat Desa Pangkalan kini berharap pemerintah segera turun tangan melakukan penanganan darurat, mulai dari pemasangan bronjong sementara hingga normalisasi aliran sungai di titik rawan abrasi. 

Kategori :