LEBONG.RADARLEBONG.ID - Partisipasi masyarakat dalam Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Kabupaten Lebong masih tergolong rendah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat, sejak Januari hingga 2 Mei 2026, baru sebanyak 6.633 warga yang terdaftar dan telah mendapatkan layanan tersebut. Jumlah ini dinilai belum signifikan jika dibandingkan dengan target cakupan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Program PKG merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui deteksi dini berbagai penyakit. Program ini mulai dilaksanakan sejak tahun 2025 dan mendapat respons cukup baik di tahap awal. Hingga akhir 2025, tercatat sekitar 12 ribu masyarakat telah memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut di berbagai fasilitas kesehatan yang tersedia.
Meski menunjukkan tren peningkatan, capaian tersebut masih jauh dari target yang dicanangkan. Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong menargetkan sebanyak 90 hingga 100 persen penduduk atau lebih dari 116 ribu jiwa dapat menjadi penerima manfaat program ini. Artinya, masih terdapat kesenjangan besar antara realisasi di lapangan dengan target yang ingin dicapai.
Kepala Dinkes Kabupaten Lebong, Rachman, SKM, M.Si, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Lebong, Evan Marta, SKM, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan berbagai strategi untuk meningkatkan jumlah peserta.
BACA JUGA: Dua Jembatan Segera Dibangun Tahun 2026, Anggarannya Rp 700 Juta
"Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah memperluas sosialisasi kepada masyarakat agar lebih memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala," ujarnya.
Sosialisasi tersebut tidak hanya dilakukan di lingkungan masyarakat umum, tetapi juga menyasar kalangan pelajar melalui kegiatan di sekolah-sekolah. Selain itu, Dinas Kesehatan juga memaksimalkan peran puskesmas di seluruh kecamatan sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan.
"Kami juga berharap Puskesmas mampu lebih aktif dalam menjaring masyarakat untuk mengikuti program PKG," tambahnya.
Di sisi lain, kemudahan akses juga menjadi perhatian pemerintah. Masyarakat kini dapat mendaftarkan diri secara mandiri melalui aplikasi Satu Sehat. Inovasi ini diharapkan dapat mempercepat proses pendaftaran serta memperluas jangkauan layanan.
"Bagi warga yang tidak memiliki smartphone atau mengalami kendala teknologi, pendaftaran tetap dapat dilakukan secara langsung dengan bantuan petugas di fasilitas kesehatan terdekat," jelasnya.
Evan Marta menegaskan bahwa rendahnya partisipasi masyarakat menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan program ini. Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan melalui pemeriksaan rutin.
Menurutnya, deteksi dini dapat membantu mencegah penyakit berkembang menjadi lebih serius dan mengurangi beban biaya pengobatan di masa mendatang. Ke depan, Dinkes Lebong menargetkan peningkatan jumlah peserta secara bertahap melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta tokoh masyarakat.
"Dengan dukungan semua pihak, program PKG diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan di Kabupaten Lebong," pungkasnya.