Polres Lebong Minta Warga Perketat Pengamanan Ternak Menjelang Idul Adha
Polres Lebong Minta Warga Perketat Pengamanan Ternak Menjelang Idul Adha--
LEBONG.RADARLEBONG.ID - Menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah yang tinggal menghitung hari, Polres Lebong mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal, khususnya pencurian hewan ternak. Peringatan ini disampaikan karena permintaan hewan kurban seperti sapi dan kambing diperkirakan terus meningkat mendekati hari raya, sehingga berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk melakukan aksi pencurian.
Kapolres Lebong AKBP Agoeng Ramadhani SH SIK melalui Kasat Reskrim AKP Darmawel Saleh SH MH mengatakan, momen menjelang Idul Adha hampir setiap tahun diikuti dengan meningkatnya aktivitas jual beli ternak. Kondisi tersebut membuat hewan ternak memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibanding hari biasa, sehingga para peternak diminta lebih waspada dalam menjaga aset mereka.
Menurut Darmawel, pihak kepolisian tidak ingin masyarakat mengalami kerugian akibat kelalaian dalam pengamanan kandang maupun pengawasan terhadap hewan ternak. Oleh sebab itu, Polres Lebong terus mengingatkan warga agar tidak lengah, terutama pada malam hingga dini hari yang sering dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan aksinya.
"Kami mengimbau masyarakat, terutama para peternak dan pemilik ternak, untuk lebih waspada dan meningkatkan pengamanan terhadap hewan ternak mereka," kata Darmawel.
Ia menjelaskan, langkah sederhana seperti memastikan kandang dalam kondisi terkunci dengan baik dapat membantu mengurangi risiko pencurian. Selain itu, masyarakat juga diminta memberikan perhatian ekstra terhadap lokasi kandang yang jauh dari permukiman warga karena dinilai lebih rawan menjadi sasaran pelaku kriminal.
Tidak hanya itu, Polres Lebong juga mengimbau warga untuk meningkatkan pengawasan pada malam hari. Bila memungkinkan, peternak dapat melakukan pengecekan berkala terhadap kondisi kandang dan ternaknya. Pengawasan rutin dinilai penting untuk memastikan tidak ada aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi peternakan.
Sebagai bentuk langkah preventif, jajaran kepolisian disebut telah meningkatkan patroli di sejumlah titik yang dianggap rawan pencurian ternak. Patroli dilakukan terutama pada malam hari dengan menyasar kawasan peternakan, jalur sepi, serta wilayah yang sebelumnya pernah terjadi kasus serupa.
"Kami juga mengajak masyarakat untuk melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib secepat mungkin. Informasi dari warga sangat penting untuk mencegah dan menindak aksi kriminal ini," ungkap Darmawel.
Selain mengandalkan patroli kepolisian, partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan lingkungan. Warga diminta saling berkoordinasi dan meningkatkan kepedulian terhadap situasi di sekitar tempat tinggal maupun area peternakan agar potensi tindak kriminal dapat dicegah sejak dini.
Darmawel juga memberikan sejumlah tips kepada masyarakat untuk meminimalisir risiko pencurian ternak. Salah satunya adalah menggunakan kandang yang memiliki sistem pengamanan kuat dan sulit dibobol. Penggunaan rantai tambahan maupun gembok berkualitas dinilai dapat menjadi langkah awal untuk memperketat keamanan.
Selain itu, penerangan di sekitar kandang juga harus diperhatikan. Menurutnya, area yang terang cenderung membuat pelaku pencurian berpikir ulang untuk melakukan aksi karena lebih mudah terlihat oleh warga sekitar. Karena itu, pemasangan lampu penerangan di sekitar kandang sangat disarankan, terutama di lokasi yang minim aktivitas warga pada malam hari.
"Berikan penerangan yang cukup. Pasang lampu penerangan di sekitar area kandang untuk meminimalisir risiko aksi pencurian pada malam hari," ujarnya.
Ia juga menyarankan peternak untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap kondisi ternak dan lingkungan sekitar kandang. Dengan pengecekan secara berkala, pemilik ternak dapat lebih cepat mengetahui apabila terdapat tanda-tanda mencurigakan maupun kerusakan pada sistem keamanan kandang.
Tidak hanya itu, penggunaan teknologi seperti kamera pengawas atau CCTV serta alarm keamanan juga dinilai efektif untuk membantu pengawasan. Meski membutuhkan biaya tambahan, perangkat tersebut dapat menjadi investasi keamanan yang penting, terutama menjelang meningkatnya aktivitas perdagangan hewan kurban.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
