Skema itu menunjukkan bahwa Ninja H2 tetap dipasarkan dengan pendekatan yang realistis untuk segmen premium.
Meski begitu, nilai total kepemilikannya tetap mencerminkan kelas atas yang sulit dijangkau kebanyakan konsumen.
Di kelas performa tinggi, Ninja H2 disebut bersaing dengan sejumlah model papan atas.
Beberapa nama yang masuk daftar pembanding antara lain Ducati Panigale V4, Honda CBR1000RR-R, MV Agusta Brutale 1090 RR, serta Kawasaki Z1000 dan Z900.
Namun, karakter Ninja H2 tetap berdiri sendiri karena mengandalkan teknologi supercharged.
Faktor inilah yang menjadi pembeda utama dalam hal eksklusivitas dan daya tarik teknis.
Di pasar motor premium, pembeli biasanya tidak hanya mempertimbangkan angka tenaga atau kapasitas mesin.
Citra produk, teknologi unik, dan nilai prestise juga punya pengaruh besar, dan di titik itu Ninja H2 memiliki modal kuat.