JAKARTA.RADARLEBONG.ID - Perbedaan biaya penggunaan mobil listrik dan mobil berbahan bakar bensin kian terasa di tengah dinamika harga energi global. Dalam pemakaian harian, selisih ongkos operasional keduanya disebut tidak lagi tipis, melainkan cukup signifikan.
Ketua Umum Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (KOLEKSI), Arwani Hidayat, mengungkapkan bahwa pengguna electric vehicle (EV) mengeluarkan biaya jauh lebih rendah untuk setiap kilometer perjalanan.
Di dalam kota, kata dia, rerata biaya penggunaan EV berkisar Rp250 per km, sementara perjalanan luar kota sekitar Rp350 per km, khususnya untuk kendaraan dengan tenaga besar.
Bandingkan dengan mobil konvensional berbahan bakar bensin. Rute dalam kota biaya yang dikeluarkan bisa menyentuh Rp1.000 per km, sedangkan perjalanan luar kota berkisar Rp1.200 per km.
BACA JUGA:Cara Bayar Pajak Motor Online Lewat SIGNAL dan SAMSAT
Selisih tersebut membuat kendaraan listrik makin dilirik sebagai alternatif mobilitas harian yang lebih hemat. Tak hanya dari sisi biaya, infrastruktur pendukung juga terus berkembang.
PT PLN (Persero) bersama mitra telah menghadirkan ribuan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai wilayah. Hingga 2025, tercatat 4.655 unit SPKLU tersedia di lebih dari 3.000 lokasi, memperluas akses pengisian daya bagi pengguna EV.
Selain itu, layanan pengisian daya di rumah atau home charging juga kian diminati, dengan puluhan ribu pelanggan telah memanfaatkannya. Kemudahan itu menjadi salah satu faktor yang memperkuat daya tarik kendaraan listrik di Indonesia.
Meski sempat melambat pada awal tahun akibat kekhawatiran soal insentif pemerintah, tren penggunaan mobil listrik diperkirakan kembali meningkat.
Kenaikan harga bahan bakar minyak yang dipicu ketegangan geopolitik global, dinilai bisa menjadi pendorong tambahan peralihan ke kendaraan listrik.